BOGORPLUS.ID - Kawasan wisata Danau Toba diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan menjelang akhir pekan ini, seiring dengan dimulainya masa liburan sekolah. Fenomena ini berdampak langsung pada ketersediaan akomodasi di sekitar destinasi super prioritas tersebut.

Pemantauan terhadap ketersediaan kamar melalui platform pemesanan daring menunjukkan bahwa mayoritas hotel premium kini sudah mencatatkan tingkat okupansi penuh. Hal ini menjadi indikasi kuat tingginya minat wisatawan untuk berlibur di destinasi ikonik Sumatera Utara tersebut.

Beberapa nama hotel ternama yang kamar-kamarnya dilaporkan telah habis dipesan untuk tanggal 27 hingga 28 Juni 2026 mencakup Atsari Hotel, Samosir Cottages Resort, dan juga Hotel Patra Parapat. Ketersediaan yang menipis ini terjadi di penginapan yang menawarkan pemandangan langsung ke perairan Danau Toba.

Selain itu, daftar akomodasi yang dilaporkan tidak lagi menyediakan kamar termasuk Niagara Hotel, Marianna Resort, serta KHAS Parapat Hotel. Hotel-hotel ini umumnya menjadi pilihan utama wisatawan yang mencari kenyamanan dan panorama danau yang menawan.

Meskipun demikian, wisatawan masih memiliki opsi menarik karena beberapa hotel berbintang yang juga menyuguhkan pemandangan Danau Toba dilaporkan masih menawarkan ketersediaan kamar. Salah satu contohnya adalah Labersa Hotel & Convention Center Toba Balige.

Untuk menginap di Labersa Hotel & Convention Center Toba Balige pada akhir pekan ini, wisatawan perlu menyiapkan dana mulai dari Rp 1,1 jutaan per malam. Angka ini merupakan kenaikan tarif jika dibandingkan dengan tarif normal di hari biasa yang berkisar di angka Rp 800 ribu per malam.

Bagi pelancong dengan anggaran lebih terbatas, terdapat alternatif penginapan berupa homestay yang dikelola langsung oleh warga setempat. Fasilitas ini banyak tersedia di area sekitar Waterfront Pangururan, menawarkan pengalaman menginap yang lebih otentik.

Para pemilik homestay ini dilaporkan sangat aktif dalam mempromosikan properti mereka melalui berbagai kanal media sosial. "Masyarakat dapat mencari informasi homestay tersebut melalui media sosial," kata Putra, mengacu pada promosi yang dilakukan lewat Instagram, Tiktok, maupun Facebook.

Tarif untuk menginap di homestay lokal ini umumnya berada di kisaran Rp 200 ribuan per malam, meski beberapa pengelola memberlakukan penyesuaian tarif saat periode akhir pekan yang ramai. Dikutip dari Detikcom, pemantauan mengenai ketersediaan kamar ini dilakukan melalui aplikasi tiket online.