BOGORPLUS.ID - Program strategis nasional mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan akan menggerakkan dana signifikan hingga mencapai Rp440 miliar. Proyeksi angka finansial besar ini diungkapkan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya terintegrasi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan bahwa investasi anggaran yang besar ini harus menghasilkan dampak berlipat ganda bagi warga NTT. Dampak utama yang diharapkan adalah penurunan signifikan angka stunting sekaligus mendorong roda perekonomian lokal melalui pemanfaatan produk-produk dari daerah tersebut.

Optimalisasi tata kelola dalam pelaksanaan program MBG ini dinilai sangat penting, mengingat program ini menyasar sekitar 107 ribu penerima manfaat di wilayah Kota Kupang. Fokus utama adalah memastikan kelompok masyarakat yang rentan mengalami malnutrisi mendapatkan manfaat secara langsung dan tepat sasaran.

Dilansir dari Detikcom pada Jumat (26/6/2026), Gubernur Melkiades menjelaskan posisi unik dari program ini dalam konteks pembangunan nasional. "Di antara berbagai program nasional, MBG merupakan program yang menyentuh banyak pihak sekaligus. Setiap hari terjadi perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, melibatkan banyak pekerja, dan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak," kata Melki, sapaan akrab Gubernur, saat membuka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (26/6/2026).

Potensi perputaran uang ratusan miliar ini mendorong Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan dua evaluasi krusial terkait implementasi di lapangan. Evaluasi tersebut berfokus pada ketepatan sasaran bagi warga yang menderita malnutrisi dan sejauh mana kontribusi program ini terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif melalui rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dipetakan agar manfaat Program MBG benar-benar maksimal, baik dalam meningkatkan status gizi masyarakat maupun memberikan dampak ekonomi yang luas," tegas politikus Partai Golkar tersebut.

Selain memperkuat struktur tata kelola dapur SPPG, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk bekerja sama menciptakan identitas bersama melalui konsep yang disebut MBG NTT Incorporated. Hal ini bertujuan agar Kota Kupang dapat menjadi percontohan positif bagi kabupaten-kabupaten lain di NTT dalam mengimplementasikan program MBG.

Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo tersebut, menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang. "Kita bukan hanya berbicara tentang makan, tetapi sedang berinvestasi untuk masa depan anak-anak Indonesia," kata Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Saat ini, Pemkot Kupang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang bertugas mengawasi operasional dari puluhan dapur pemenuhan gizi yang beroperasi secara berkala setiap bulannya. "Saat ini Kota Kupang telah memiliki 42 dapur SPPG dengan perputaran ekonomi sekitar Rp 9 miliar per minggunya," kata Christian.