BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden ambruknya bangunan rumah terjadi di kawasan Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa ini dipicu oleh dampak signifikan dari erosi atau abrasi tanah yang terjadi di bantaran Kanal Banjir Barat (KKB).

Peristiwa runtuhnya bangunan tersebut terekam oleh kamera CCTV dan sempat viral di berbagai platform media sosial. Kejadian ini berlangsung pada hari Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, namun untungnya tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Kabar baiknya, pemilik rumah telah dievakuasi dan mengungsi sejak satu pekan sebelumnya, yaitu pada Jumat, 19 Juni 2026. Hal ini menunjukkan adanya antisipasi dini terhadap potensi bahaya yang mengintai di sekitar area bantaran kali tersebut.

Tanda-tanda kerusakan struktural pada rumah tersebut sudah terlihat sejak sehari sebelumnya, yakni Kamis, 18 Juni 2026. Kerusakan awal berupa retakan pada dinding dan lantai mulai muncul dan terus melebar seiring berjalannya waktu.

Pihak kepolisian sektor Metro Tanah Abang segera merespons laporan dari masyarakat setempat mengenai adanya infrastruktur yang runtuh. Mereka bergerak cepat untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi penerimaan laporan mengenai rumah yang ambruk atau terjadi tanah longsor di wilayahnya. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memverifikasi kronologi kejadian.

AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan perkembangan kerusakan yang terjadi sebelum bangunan roboh total. "Retak di bagian tembok/dinding dan retak di bagian lantai rumah setiap hari makin melebar, sehingga pada 26 Juni 2026 sekitar pukul 05.48 WIB rumah tersebut ambruk atau tanah longsor," kata AKBP Dhimas Prasetyo.

Selain menghancurkan satu unit rumah, longsoran tanah akibat abrasi ini juga menyebabkan dampak pada fasilitas umum di sekitarnya. Area tempat pembuangan sampah yang terletak persis di samping rumah yang ambruk ikut terdampak karena lokasinya dekat dengan tikungan kali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi. Tim tersebut terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas pemadam kebakaran, dan PPSU untuk melakukan penanganan lebih lanjut.