BOGORPLUS.ID - Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif di tingkat desa. Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan sektor pertanian yang bernilai ekonomis tinggi.

Salah satu contoh konkret berasal dari KDKMP di Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang secara aktif mengelola budidaya cabai merah varietas Tanjung. Aktivitas pertanian yang produktif ini dikelola koperasi di atas lahan seluas kurang lebih 3.700 meter persegi.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang diambil oleh koperasi desa tersebut. Inisiatif ini dinilai berhasil membuktikan adanya pergerakan ekonomi yang terukur melalui sektor pertanian di wilayah desa.

"Di Desa Lengkong ini Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai menjalankan kegiatan usahanya. Salah satunya melalui budidaya cabai merah varietas Tanjung dengan hasil yang sangat baik," ujar Dadang saat ditemui di Bojongsoang pada Jumat (19/6/2026).

Menurut analisis Bupati Dadang, budidaya cabai merah varietas Tanjung ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Ia memaparkan proyeksi pendapatan yang signifikan dari usaha pertanian ini.

Dadang Supriatna mengkalkulasi bahwa pengelolaan satu hektare lahan cabai merah dapat menghasilkan nilai produksi mendekati angka Rp500 juta setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan potensi keuntungan yang besar dari komoditas tersebut.

"Lahan yang dikelola di sini memiliki potensi pengembangan hingga sekitar 10 hektare. Kalau satu hektare bisa menghasilkan hampir Rp500 juta per tahun, maka dengan potensi lahan sekitar 10 hektare, nilai produksinya dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun," katanya.

Selain potensi omzet yang besar, peluang pasar untuk menyerap hasil panen cabai merah dari KDKMP Desa Lengkong juga dinilai masih sangat terbuka lebar. Bupati memproyeksikan peran koperasi bisa lebih luas dari sekadar produsen.

"Pasarnya sudah tersedia sehingga hasil panen tidak perlu dipasarkan jauh-jauh. Salah satu peluangnya adalah memenuhi kebutuhan SPPG di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya," ungkap Dadang, menggarisbawahi peran koperasi sebagai penyerap hasil tani atau offtaker.