BOGORPLUS.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (19/6/2026) telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Akibatnya, banyak penduduk kini menghadapi kebutuhan mendesak akan tempat perlindungan sementara berupa tenda dan selimut.

Wilayah yang paling terdampak parah dari bencana alam ini adalah Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B di Kecamatan Nokilalaki. Di dua desa tersebut, mayoritas rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan hingga bagian dinding dan atap ambruk total.

Kondisi kerusakan tersebut memaksa masyarakat untuk segera mengungsi dan mendirikan tenda darurat di halaman rumah mereka yang masih tersisa atau di lahan kosong terdekat. Kebutuhan akan fasilitas pengungsian yang memadai menjadi prioritas utama bagi para korban yang kehilangan tempat tinggalnya.

Seorang warga Desa Kamarora B bernama Juanda menceritakan bahwa meskipun sudah menerima bantuan tenda, fasilitas tersebut dirasa masih kurang untuk menampung seluruh anggota keluarganya. "Tadi bantuan yang dikasih baru tenda, sudah kami pasang. Masih sangat butuh tenda karena ada barang-barang dari rumah yang rusak dan pakaian juga tidak ada tempat menyimpannya," kata Juanda saat diwawancarai, Jumat (19/6).

Juanda menambahkan bahwa di lokasi pengungsiannya saat ini, ia harus berbagi tempat dengan dua Kepala Keluarga lainnya, sehingga kebutuhan akan tenda tambahan menjadi semakin krusial. Selain tenda, para pengungsi juga sangat mengharapkan bantuan logistik pelindung tidur lainnya. "Kami di sini ada tiga Kepala Keluarga, memang masih butuh tenda. Kalau ada juga selimut, tikar kalau ada bisa kelambu juga kami butuh," tambahnya.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh warga lain bernama Afrina, yang menyoroti kerentanan pengungsi terhadap kondisi cuaca buruk. Ia mengeluhkan kondisi pengungsian yang berlumpur saat hujan mengguyur kawasan tersebut. "Kita butuh tenda. Tempat pengungsian kalau hujan bapece, terpaksa tidur di atas pece," kata Afrina.

Afrina berharap instansi pemerintah terkait dapat segera menyalurkan logistik tambahan serta memfasilitasi hunian sementara yang lebih layak bagi warga yang terdampak bencana ini. Berdasarkan data kaji cepat yang dihimpun oleh BPBD Sigi per Kamis (19/6) pukul 19.00 Wita, tercatat total 2.704 jiwa terdampak di dua desa tersebut.

Secara keseluruhan di wilayah Sigi, gempa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 108 orang mengalami luka ringan, dan 17 orang lainnya menderita luka berat. Data infrastruktur menunjukkan bahwa 2.320 unit rumah mengalami kerusakan, termasuk 134 unit yang rusak berat.

Menyikapi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah resmi menetapkan status tanggap darurat yang berlaku di empat wilayah terdampak, meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Nomor: 300.2.1/195/BPBD-C-ST/2026, berlaku tujuh hari mulai 17 hingga 23 Juni 2026.