BOGORPLUS.ID - Kekeringan melanda kawasan pertanian di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, setelah infrastruktur pengairan vital mengalami kerusakan parah dan belum diperbaiki. Kondisi ini menyebabkan terputusnya pasokan air yang sangat dibutuhkan oleh lahan pertanian warga setempat.

Puluhan hektare lahan pertanian di lima kampung di wilayah tersebut kini dilaporkan berada dalam kondisi gersang dan kering kerontang. Situasi ini secara langsung mengancam kelangsungan hidup para petani yang bergantung penuh pada sektor agraris.

Kerusakan pada infrastruktur pengairan tersebut bermula sejak awal November 2025. Kejadian itu disebabkan oleh terjangan tanah longsor yang disertai luapan air dari Sungai Cidadap yang mengakibatkan dinding bendungan runtuh.

Memasuki pertengahan tahun 2026, dampak kerusakan semakin terasa karena tidak adanya aliran air yang mengairi sawah. Akibatnya, tanah persawahan mengeras hingga mustahil untuk ditanami berbagai jenis palawija oleh para petani setempat.

Salah satu area yang merasakan dampak paling signifikan adalah Kampung Cikaret, di mana area sawah yang terdampak kekeringan mencapai kurang lebih 35 hektare. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar akan potensi terjadinya gagal panen total di wilayah tersebut.

Seorang petani bernama Acep mengungkapkan kepasrahannya mengenai situasi yang dihadapi para petani saat musim kemarau ini. "Iya, kita sudah tidak bisa nyawah lagi. Sekarang kan musim kemarau, terus bendungan sudah lama jebol belum diperbaiki. Jadi satu musim ini para petani di sini gigit jari, tidak bisa menanam padi," keluh Acep dengan nada pasrah saat ditemui, Jumat (19/6/2026).

Bendungan Cidadap yang terletak di Kampung Cikaret, Desa Sasagaran, merupakan sumber air utama yang menyuplai kebutuhan irigasi untuk lima wilayah berbeda. Wilayah terdampak meliputi Kampung Jantake, Cikawung, Sasagaran, Cikaret, hingga Babakan Teureup.

Menanggapi kondisi ini, pemerintah desa setempat memastikan bahwa upaya administratif telah dilakukan untuk mencari solusi perbaikan. Upaya permohonan bantuan perbaikan telah disampaikan kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten.

"Ya betul belum diperbaiki, sebetulnya usulan (perbaikan) sudah disampaikan kemana-mana namun memang belum mendapat respons cepat," kata Deni, perwakilan pemerintah desa.