BOGORPLUS.ID - Persoalan keterlambatan pembayaran upah yang dialami oleh ratusan pekerja di Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) kini menjadi sorotan publik setelah menyebar luas di media sosial. Keluhan ini muncul karena gaji para pegawai disebut telah tertahan selama beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari Detikcom, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menyatakan telah menerima dan sedang memproses laporan resmi yang diajukan oleh perwakilan staf rumah sakit tersebut.

Keluhan karyawan RSI Unisma mulai mencuat setelah adanya unggahan di media sosial yang mengindikasikan bahwa gaji mereka belum dibayarkan selama kurang lebih tiga bulan. Salah satu keluhan yang dilihat oleh DetikJatim pada Senin (22/6/2026) menyebutkan bahwa janji pembayaran gaji terus diundur sejak November hingga saat ini.

Para pegawai mengungkapkan bahwa mereka merasa tertekan untuk menyuarakan masalah ini karena khawatir akan dampak negatif di lingkungan kerja mereka. Mereka juga menyebutkan adanya intimidasi dari pihak manajemen ketika ada yang berani bersuara.

"Bahkan siapa yg berani bersuara langsung di panggil oleh SDM dan langsung di intimidasi. Jadi kami gak berani bersuara karna banyak tekanan dari pihak managemen," ungkap salah satu karyawan dalam aduannya.

Data yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa masalah penunggakan hak pekerja ini diduga sudah berlangsung selama satu tahun terakhir, dan dampaknya dirasakan oleh ratusan tenaga kesehatan serta staf nonmedis di rumah sakit tersebut.

Setelah melakukan konsultasi awal mengenai langkah hukum yang dapat diambil, perwakilan karyawan kemudian secara resmi melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang pada tanggal yang telah ditentukan.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, membenarkan penerimaan laporan resmi terkait konflik industrial yang terjadi di RSI Unisma tersebut.

"Iya benar, laporan masuk 12 Juni 2026," kata Arif saat dikonfirmasi pada Selasa (23/6/2026).