BOGORPLUS.ID - Pemerintah Republik Indonesia kini tengah mengimplementasikan serangkaian langkah strategis yang berfokus pada penguatan sektor kesehatan nasional. Langkah ini dipandang krusial untuk menjadikan kesehatan sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Target ambisius telah ditetapkan oleh pemerintah terkait kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Indonesia. Diharapkan, sektor kesehatan mampu menyumbang hingga mencapai angka 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada rentang waktu antara tahun 2028 hingga 2029.

Fokus utama dari strategi transformasi ini adalah percepatan terhadap proses hilirisasi industri farmasi yang berada di dalam negeri. Upaya ini bertujuan signifikan untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk kesehatan yang diproduksi secara lokal.

Selain hilirisasi farmasi, peta jalan transformasi kesehatan nasional juga mencakup agenda penting lainnya. Pengembangan industri plasma darah domestik merupakan salah satu prioritas yang sedang digenjot oleh pemerintah saat ini.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor produk kesehatan. Strategi ini diharapkan dapat membalikkan defisit perdagangan yang selama ini terjadi di sektor tersebut.

Pemerintah berkeyakinan bahwa dengan menguatnya kapasitas produksi domestik, Indonesia dapat mencapai kemandirian di bidang farmasi dan produk biologi. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk ketahanan kesehatan nasional.

"Pemerintah Republik Indonesia tengah menggalakkan upaya strategis untuk mentransformasi sektor kesehatan nasional menjadi salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi di masa mendatang," demikian pernyataan yang disampaikan.

Target konkret yang disematkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan visi tersebut, yaitu mendorong kontribusi sektor ini mencapai angka 8% dalam kurun waktu 2028 hingga 2029.

Lebih lanjut, fokus pada hilirisasi industri farmasi domestik menjadi kunci utama dalam strategi ini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri secara signifikan, kata perwakilan pemerintah.