BOGORPLUS.ID - Peristiwa tragis menimpa dua bocah, Noval Aditya Saputra (8) dan Airlangga Andrianto (13), yang dilaporkan terseret arus deras Pantai Kuta, Badung, Bali, pada Minggu (7/6/2026) sore. Insiden ini terjadi ketika ketiganya diketahui tengah bermain bola di bibir pantai tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

Hingga hari ketiga pencarian dilakukan oleh tim penyelamat setempat, kedua korban yang hanyut tersebut belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Pihak keluarga korban, khususnya keluarga Noval, memilih untuk tetap berada di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan upaya pencarian secara langsung.

Kakek korban, Ramli (52), mengungkapkan bahwa cucunya berangkat bermain tanpa memberitahukan niatnya untuk pergi ke Pantai Kuta kepada keluarga di rumah. Hal ini menjadi poin penting karena jika Noval memberi tahu, pihak keluarga dipastikan akan melarangnya pergi ke area pantai.

"Dia kan nggak bilang dari rumah berangkatnya, jadi nggak tahu bahwa ke sini. Tanpa sepengetahuan orang tua," ujar Ramli, kakek korban, saat berada di lokasi pemantauan pencarian.

Ramli menambahkan bahwa Noval pergi bersama dua rekannya, dan jika ia sempat berpamitan, larangan keras pasti akan dikeluarkan oleh orang tua korban. "Kalau memang ngomong mau ke sini, nggak boleh yang jelas. Makanya dia nggak bilang. Diajak temannya dia ini," cerita Ramli, kakek korban.

Dari total tiga anak yang bermain di lokasi saat kejadian, hanya satu anak yang berhasil selamat dari sapuan ombak dan langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas pantai. Dua anak lainnya dilaporkan langsung terseret arus laut dan belum ditemukan hingga kini.

"Iya, bertiga orangnya ke sini. Cuma yang satu selamat, yang dua hanyut," imbuh Ramli, kakek korban, mengonfirmasi jumlah anak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Keluarga korban kini telah menghabiskan dua malam bermukim di sekitar pantai, menggunakan alas seadanya untuk menunggu kepastian hasil pencarian. Kondisi ibu korban disebut menjadi anggota keluarga yang paling terpukul atas musibah yang menimpa anaknya.

Meskipun pencarian intensif selama beberapa hari belum membuahkan hasil positif, pihak keluarga telah berkomitmen untuk bertahan hingga hari ketujuh, sesuai dengan prosedur pencarian standar yang berlaku. "Saya punya feeling tidak lama bisa ditemukan," tandas Ramli, kakek korban, mengungkapkan harapan pribadinya.