bogorplus.id – Sebanyak 512 warga di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dilaporkan terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih.

Kekurangan pasokan air ini disebabkan oleh menurunnya intensitas hujan yang mengakibatkan sumber air sumur resapan mengering.

Kepala Bidang Ratik (Kesiapsiagaan dan Logistik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menyatakan bahwa kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang minim dalam beberapa waktu terakhir.

"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber air sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih," ujar Adam saat dihubungi pada Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, krisis air bersih ini telah berdampak pada 95 Kepala Keluarga (KK) atau total 512 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 38 KK (237 jiwa) berada di Kampung Pasir Ahad, sementara 57 KK (275 jiwa) terdampak di Kampung Pasir Saga.

Untuk meringankan beban warga, BPBD segera melakukan distribusi bantuan. "Untuk membantu kebutuhan warga, BPBD mendistribusikan 5.000 liter air bersih atau setara satu mobil tangki ke lokasi terdampak," terangnya.

Adam menambahkan bahwa bantuan air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak langsung oleh minimnya ketersediaan air.

"Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat," pungkasnya.