bogorplus.id – Kebun Raya Bogor merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Kota Bogor. Selain menjadi objek wisata, Kebun Raya Bogor juga berperan sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan terbesar di Indonesia. Kebun yang sudah ada lebih dari 200 tahun ini adalah kebun botanikal tertua di Asia Tenggara dan ketiga tertua di seluruh dunia.
Sejarah Kebun Raya Bogor diawali dari gagasan seorang profesor botani asal Jerman, George Kart Reindwardt. Ia mengumpulkan berbagai tanaman hasil penelitiannya di kebun yang terletak di halaman Istana Bogor. Kemudian, pada tahun 1817, Thomas Stamford Raffles, gubernur Hindia Belanda yang berada di Istana Bogor, mengubah halaman istana itu menjadi taman yang indah dengan gaya Inggris klasik.
Dengan usianya yang lebih dari 200 tahun, Kebun Raya Bogor memiliki sejumlah keistimewaan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mengunjungi kebun raya tertua di Asia Tenggara ini.
1. Menawarkan banyak tempat menarik untuk dijelajahi
Selain menikmati berbagai tanaman, di Kebun Raya Bogor juga tersedia sejumlah wahana dan lokasi menarik yang dapat kamu kunjungi, seperti Monumen Lady Raffles, Danau Ginting, Prasasti Reindwardt, Patung The Little Mermaid, Pemakaman Belanda Kuno, Museum Zoologi, Taman Meksiko, Jembatan Putus Cinta, Taman Astrid, dan masih banyak lagi.
2. Koleksi tanaman yang unik
Kebun Raya Bogor memiliki koleksi anggrek raksasa yang dikenal sebagai anggrek harimau, merupakan salah satu jenis anggrek terbesar di dunia. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke Sungai Amazon untuk melihat bunga teratai raksasa; Kebun Raya Bogor telah berhasil membudidayakan bunga tersebut sejak ratusan tahun lalu. Selain itu, juga terdapat pohon leci berusia 194 tahun yang didatangkan dari Tiongkok pada masa penjajahan Belanda dan kini menjadi bagian penting dari sejarah Kebun Raya Bogor.
3. Tempat tumbuhnya spesies Rafflesia
Rafflesia adalah jenis tanaman langka yang hanya dapat ditemukan di Indonesia, termasuk bunga parasit terbesar yang ada di dunia. Kebun Raya Bogor memiliki beberapa koleksi bunga Rafflesia, termasuk Rafflesia Patma. Meskipun bunga ini sulit untuk dibudidayakan, peneliti bernama Sofi Mursidawati bersama timnya berhasil mengembangbiakkannya untuk pertama kali, dan proses tersebut berlangsung di Kebun Raya Bogor.