bogorplus.id - Saat berolahraga, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk menjaga stamina dan performa. Namun, beberapa jenis makanan justru dapat menghambat efektivitas olahraga, bahkan memicu gangguan pencernaan seperti kembung, mual, atau kram perut.
Untuk memaksimalkan sesi olahraga, penting untuk memilih makanan yang mudah dicerna dan kaya energi, terutama karbohidrat. Sebaliknya, ada sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari karena proses pencernaannya yang lama atau kandungan tertentu yang dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas fisik.
Deretan Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga
Makanan yang perlu diwaspadai sebelum berolahraga adalah yang minim nutrisi penting untuk energi instan dan memerlukan waktu lama untuk dicerna. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Kacang-kacangan
Meskipun kaya manfaat, kacang-kacangan memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan berpotensi meningkatkan produksi gas dalam usus, yang dapat menyebabkan rasa kembung saat berolahraga.
2. Daging Merah
Daging merah seperti sapi atau kambing tinggi kandungan lemaknya. Lemak sulit diubah menjadi energi dengan cepat, sehingga konsumsi sebelum olahraga dapat menyebabkan rasa cepat lelah dan memicu perut kembung.
3. Makanan Olahan (Ultra Processed Food)
Makanan olahan cenderung tinggi kalori, lemak jenuh, garam, dan gula tambahan (misalnya kue, biskuit, atau minuman bersoda). Kandungan gula tambahan sulit dicerna tubuh dan meningkatkan risiko perut terasa penuh gas atau kembung pasca-olahraga.
4. Makanan Cepat Saji
Menu cepat saji seperti burger dan kentang goreng mengandung banyak lemak dan karbohidrat olahan. Karena proses pencernaannya yang lama, mengonsumsi makanan ini rentan memicu kram perut yang mengganggu kelancaran olahraga.
5. Susu dan Olahannya
Susu kaya kalsium dan vitamin D, namun mengandung laktosa (gula alami) yang sulit dicerna oleh sebagian orang. Ditambah kandungan lemaknya, olahan susu berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Jika ingin mengonsumsi produk susu, pilih opsi rendah laktosa atau lemak seperti yogurt.






.png)