bogorplus.idMenjelang puncak musim hujan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memperketat langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi lebih dari 200 ribu pelanggan.

Respons cepat ini dilakukan setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 tentang status siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Perumda Tirta Kahuripan berada dalam posisi siaga penuh mengingat tingginya potensi gangguan, mulai dari peningkatan kekeruhan air baku hingga longsor yang dapat memutus pipa distribusi.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah teknis dan nonteknis secara menyeluruh.

“Cuaca ekstrem di Kabupaten Bogor memang menjadi tantangan tahunan. Adakalanya gangguan pengaliran tidak bisa dihindarkan, namun kami berkomitmen menormalisasikan layanan sesegera mungkin serta memberikan informasi cepat kepada pelanggan,” ujarnya, Senin (17/11).

Untuk mengantisipasi lonjakan kekeruhan air baku, petugas meningkatkan pemantauan debit dan kualitas air di hulu Sungai Ciliwung dan Cileungsi.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan pos jaga Bendungan Katulampa serta Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).

Langkah ini menjadi sistem peringatan dini agar perusahaan dapat memaksimalkan pasokan air di réservoir sebelum hujan lebat tiba.

Selain itu, Tirta Kahuripan menambah ketersediaan bahan kimia pengolahan air, pompa, dan genset cadangan di titik-titik rawan gangguan.