BOGORPLUS.ID - BYD M6 DM kini menjadi sorotan di pasar otomotif Indonesia sebagai pilihan menarik bagi penggemar kendaraan berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Model ini menawarkan kombinasi efisiensi dan kepraktisan sebagai sebuah Multi-Purpose Vehicle (MPV) modern.

Dilansir dari Detik Oto, varian paling terjangkau dari BYD M6 DM ini ditawarkan dengan harga jual resmi sekitar Rp 298 juta. Harga ini menjadikan M6 DM sebagai opsi PHEV yang lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia.

Bagi calon pembeli yang memilih skema pembiayaan kredit, tersedia simulasi cicilan yang dapat disesuaikan berdasarkan tenor pembayaran. Perhitungan simulasi ini didasarkan pada ketentuan uang muka (Down Payment/DP) sebesar 30 persen dari harga kendaraan.

Uang muka 30 persen yang ditetapkan dalam simulasi tersebut setara dengan nominal sekitar Rp 89,4 juta. Besaran cicilan bulanan dan total pembayaran awal akan sangat bergantung pada jangka waktu kredit yang dipilih konsumen.

Untuk tenor terpendek, yaitu 12 bulan, total pembayaran pertama yang harus disiapkan mencapai Rp 115.325.964. Sementara itu, angsuran bulanan yang harus dibayarkan konsumen berada di angka Rp 19,26 juta.

Jika konsumen memilih jangka waktu pembayaran 24 bulan, total pembayaran pertama yang dibutuhkan adalah Rp 106.765.589. Angsuran bulanan untuk tenor ini kemudian turun menjadi sekitar Rp 10,44 juta.

Pada tenor 36 bulan, total pembayaran awal ditetapkan sebesar Rp 103.910.082, dengan kewajiban angsuran bulanan senilai Rp 7,576 juta. Pilihan ini menawarkan keseimbangan antara durasi kredit dan besaran cicilan bulanan.

Bagi yang menginginkan cicilan bulanan yang lebih ringan, tenor 48 bulan memiliki total pembayaran awal Rp 102.484.009 dan angsuran bulanan sebesar Rp 6,142 juta. Tenor ini cocok untuk mengatur arus kas bulanan.

Sementara itu, untuk opsi tenor paling panjang yaitu 60 bulan, total pembayaran pertama adalah Rp 101.706.532. Nilai cicilan bulanan yang paling rendah tercatat pada tenor ini, yaitu sebesar Rp 5,356 juta per bulan.