BOGORPLUS.ID - Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Sukoharjo menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Rabu sore, 16 Juni 2026. Aksi ini berpusat di simpang tiga Tugu Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan titik vital lalu lintas.
Aksi unjuk rasa tersebut melibatkan penutupan sebagian ruas jalan, khususnya memblokade akses jalan putar dari arah barat menuju ke selatan. Para mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan segera memulai rangkaian protes mereka.
Dalam demonstrasi tersebut, massa mahasiswa membawa berbagai atribut sebagai ekspresi kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan, serta membawa dan membakar keranda serta kardus.
Tindakan pembakaran keranda dan kardus sempat memicu protes singkat dari salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas di area tersebut. Namun, aksi blokade tetap berjalan sebagai bentuk desakan publik yang kuat.
Isu-isu krusial yang diangkat oleh mahasiswa sangat beragam, mencakup penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Selain itu, mereka juga menuntut stabilitas nilai tukar Rupiah serta pengendalian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Di ranah legislasi, mahasiswa turut menyuarakan desakan mengenai pengesahan RUU Tindak Pidana Korupsi terkait Perampasan Aset. Isu-isu lokal Kabupaten Sukoharjo seperti perbaikan infrastruktur dan keputusan terkait PT Rayon Utama Makmur (RUM) juga menjadi sorotan utama.
Blokade yang dilakukan mahasiswa ini memberikan dampak signifikan terhadap arus transportasi di kawasan tersebut. Kemacetan parah dilaporkan terjadi pada jalur utama penghubung Solo-Semarang dan Solo-Jogja, memaksa pihak kepolisian turun tangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas demi mengurai kepadatan.
Azhar Ardiansyah, yang merupakan perwakilan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo, menjelaskan keresahan mendalam yang dirasakan mahasiswa terhadap kebijakan yang berlaku saat ini. "Kami di sini sangat resah dengan pemerintahan, bahwa ternyata dalam demonstrasi yang ada tidak membuahkan hasil," kata Azhar Ardiansyah, Perwakilan massa dari IMM Sukoharjo.
Azhar juga secara spesifik mengkritik program prioritas pemerintah, menyoroti dugaan penyimpangan anggaran. "Kebijakan yang tidak tepat sasaran mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) malah menjadi lumbung korupsi," ungkap Azhar Ardiansyah, Perwakilan massa dari IMM Sukoharjo.






.png)