BOGORPLUS.ID - Kabar baik datang bagi para pencinta satwa di Kota Bandung, setelah sekian lama menghadapi ketidakpastian, Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo (DZ) akan segera memasuki era baru. Proses revitalisasi dan pengelolaan kebun binatang ikonik ini akhirnya menemukan titik terang untuk dapat kembali beroperasi melayani publik.
Secara resmi, pengelolaan Bandung Zoo kini telah diserahkan kepada Faunaland, sebuah lembaga konservasi ternama di Indonesia. Penunjukan ini dilakukan melalui proses lelang yang diikuti oleh sejumlah pihak terkait pengelolaan wisata edukasi satwa tersebut.
Kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Faunaland ini mencakup durasi kontrak yang cukup panjang, yakni selama 26 tahun ke depan. Durasi ini diharapkan memberikan kepastian bagi pengembangan jangka panjang fasilitas konservasi ini.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, terdapat klausul finansial yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola baru. Faunaland diwajibkan menyetorkan kontribusi tahunan sebesar Rp 4,3 miliar kepada pemerintah kota.
Selain biaya kontribusi tetap, terdapat pula kesepakatan mengenai pembagian keuntungan operasional di masa mendatang. Kesepakatan ini menetapkan bahwa Faunaland akan memberikan bagi hasil keuntungan sebesar 11 persen kepada Pemerintah Kota Bandung.
Meskipun pemenang lelang sudah ditetapkan, wisatawan tidak bisa langsung berkunjung dalam waktu dekat karena masih ada tahapan administrasi yang harus dilalui. Pemerintah Kota Bandung saat ini sedang memfinalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Faunaland.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengonfirmasi hal ini kepada media pada Kamis (11/6/2026), bahwa proses penunjukan sudah final. "Bandung Zoo sudah ada pemenangnya, Faunaland. Saat ini sedang pembicaraan selama 2 hari untuk poin-poin PKS (perjanjian kerja sama)," ujar Muhammad Farhan.
Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa setelah kesepakatan PKS tercapai, perlu ada nota kesepahaman baru antara Pemkot Bandung, Kementerian Kehutanan, dan PT Fauna Land sebagai pemenang lelang. "Nah, nanti dari kesepakatan itu maka akan bisa ditentukan Pemerintah Kota Bandung akan bertanggung jawab terhadap berbagai macam biaya operasional itu apa saja dan sampai kapan, dan akan diambil alih oleh Faunaland sampai kapan," jelas Muhammad Farhan.
Muhammad Farhan juga menegaskan bahwa penunjukan Faunaland didasarkan pada proses yang transparan dan terbuka. "Kalau itu sebetulnya bukan saya menjawab, jangan saya, tapi ketua panitia lelang. Tapi kalau lihat dari dokumen yang terbuka, memang skornya katanya yang paling tinggi, begitulah kira-kira..Itu lelang terbuka, di mana semua peserta lelang juga hadir dan sudah menandatangani berita acara," kata Muhammad Farhan.






.png)