BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) segera mengambil langkah responsif atas kerusakan fasilitas publik di Taman Teladan. Tindakan ini diambil menyusul adanya laporan mengenai kerusakan yang terjadi di area taman yang baru dibuka untuk umum tersebut.
Perbaikan fasilitas ini mulai dilakukan pada hari Rabu, 10 Juni 2026, setelah beberapa fasilitas penting di taman tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan ini menjadi perhatian khusus mengingat taman tersebut baru saja diresmikan dan dibuka untuk masyarakat sekitar dua pekan sebelumnya.
Salah satu kerusakan yang paling mencolok adalah pada sistem penerangan taman yang berlokasi di Jalan Stadion Teladan, Kecamatan Medan Kota. Terdapat sekitar tiga unit lampu di bagian tengah taman yang dilaporkan telah copot dan tidak berfungsi lagi.
Kondisi lampu yang rusak tersebut berada di area sentral taman yang dikelilingi oleh struktur tribun berbentuk setengah lingkaran. Kerusakan ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang antusias memanfaatkan ruang publik baru tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
Seorang warga setempat bernama Ilmi menyampaikan rasa herannya melihat kondisi kerusakan yang terjadi begitu cepat pasca peresmian. Ia menyoroti usia fasilitas yang belum genap satu bulan digunakan oleh publik.
"Baru dibuka sekitar dua minggu, tapi beberapa lampu di tengah tamannya sudah copot dan rusak," ujar Ilmi.
Selain kerusakan lampu, aspek penghijauan di Taman Teladan juga mengalami kendala signifikan. Beberapa pohon yang baru ditanam ditemukan tumbang hingga ke akarnya, mengindikasikan adanya masalah pada kekuatan sistem penyangga instalasi.
Ilmi juga mengamati adanya pohon-pohon yang tumbang di sekitar taman karena sistem penopang yang dinilai kurang kokoh. "Tadi saya lihat ada pohon di sekeliling taman ada yang tumbang dari akarnya. Sepertinya penyangganya kurang kuat makanya tumbang," kata Ilmi.
Meskipun sebagian area taman masih dalam tahap pembangunan berkelanjutan, warga berharap adanya peningkatan pengawasan dari otoritas terkait. Masyarakat menduga kerusakan ini sebagian disebabkan oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap aset publik.





