BOGORPLUS.ID - Manajemen PT Bandara Internasional Batam (BIB) merespons cepat sebuah insiden yang melibatkan oknum porter di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Tindakan tegas diambil setelah beredar luas rekaman video di media sosial yang menunjukkan oknum tersebut meminta uang kepada calon penumpang.
Peristiwa ini terungkap pada hari Jumat, 19 Juni 2026, setelah salah satu penumpang mendokumentasikan aksi yang dinilai tidak profesional tersebut di area check-in. Kronologi menunjukkan porter tersebut secara proaktif menawarkan bantuan kepada penumpang, khususnya ibu-ibu, sebelum proses check-in.
Oknum porter tersebut dilaporkan berkeliling mencari sasaran dan kemudian meminta sejumlah uang, yang disebut sebagai "uang kopi," padahal proses check-in sudah sangat dekat. Perekam video menyayangkan tindakan ini karena bandara telah menyediakan fasilitas check-in elektronik mandiri.
Perekam video mengungkapkan kekecewaannya atas perilaku tersebut, menyatakan bahwa "Di bandara ada oknum porter yang selalu keliling-keliling mencari mangsa yang sebelum check in. Jadi dia selalu minta uang kopi. Dia selalu keliling-keliling mencari ibu-ibu yang belum check in," ungkap perekam video dalam dokumentasinya.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, segera menyampaikan permohonan maaf resmi secara tertulis atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pengguna jasa bandara. Permohonan maaf ini menunjukkan komitmen manajemen terhadap kualitas pelayanan publik.
"Manajemen PT Bandara Internasional Batam (BIB) memahami perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan di area bandara dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan standar layanan kepada pengguna jasa bandara," ujar Annang Setia Budhi, Direktur Utama PT BIB.
Annang menjelaskan bahwa operasional layanan porter di Hang Nadim dikelola melalui kerja sama dengan Koperasi Karyawan BP Batam, di bawah supervisi langsung PT BIB. Pihak manajemen segera memanggil pengurus koperasi dan porter yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi mendalam mengenai kejadian tersebut.
"Yang bersangkutan telah mengakui bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan standar operasional prosedur. Manajemen PT BIB juga telah melakukan tindakan tegas terhadap oknum porter tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Annang Setia Budhi, Direktur Utama PT BIB.
Dilansir dari Detikcom, PT BIB memastikan bahwa layanan pendukung bagasi yang disediakan seharusnya tidak dipungut biaya oleh penumpang. Manajemen mengimbau masyarakat untuk tidak ragu meminta bantuan petugas resmi di terminal jika memerlukan pendampingan atau informasi operasional.






.png)