bogorplus.id - Menjaga pola makan dan asupan nutrisi anak merupakan tanggung jawab krusial bagi setiap orang tua. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus adalah pembatasan asupan gula harian. Konsumsi gula yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas serta berbagai gangguan kesehatan serius yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak.

Penyebab utama kelebihan gula pada anak sering kali berasal dari pilihan makanan yang diberikan oleh orang tua. Banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa minuman berpemanis maupun camilan sederhana seperti permen mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat memicu penumpukan lemak, risiko penyakit jantung, hingga gangguan metabolik.

Selain risiko penyakit kronis, anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis cenderung kehilangan minat pada makanan sehat, sehingga rentan mengalami kekurangan gizi. Dampak negatif lainnya adalah kerusakan enamel gigi yang menyebabkan gigi mudah keropos. Mengingat risiko tersebut, orang tua perlu mengambil langkah preventif untuk mengontrol konsumsi gula demi mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Berikut adalah lima cara efektif untuk mengurangi asupan gula pada anak:

1. Memeriksa Label Kemasan Produk
Orang tua harus jeli memperhatikan tabel informasi gizi pada label kemasan makanan atau minuman. American Heart Association menyarankan agar anak-anak tidak mengonsumsi gula lebih dari 25 gram per hari. Dengan memeriksa kandungan gula pada kemasan, orang tua dapat lebih mudah mengontrol agar asupan harian anak tetap berada dalam batas aman.

2. Melakukan Pengurangan Secara Bertahap
Mengurangi asupan gula sebaiknya dilakukan secara perlahan untuk memberikan waktu bagi anak beradaptasi. Perubahan yang terlalu drastis sering kali membuat anak sulit menyesuaikan pola makannya. Sebagai contoh, jika anak sudah mengonsumsi permen di siang hari, maka orang tua sebaiknya tidak memberikan makanan manis lainnya di sisa hari tersebut.

3. Mengatur Jadwal Makan dan Camilan
Kedisiplinan dalam mengatur jadwal makan dapat menekan konsumsi gula berlebih. Jika anak terbiasa mengonsumsi camilan lebih dari tiga kali sehari, mulailah menguranginya secara bertahap menjadi dua kali sehari. Selain itu, hindari pemberian camilan sesaat sebelum waktu makan utama agar anak tetap nafsu makan dan mendapatkan nutrisi dari hidangan utama yang lebih bergizi.

4. Mengimbangi dengan Aktivitas Fisik
Konsumsi makanan manis pada anak sebenarnya masih diperbolehkan dalam batas wajar, asalkan diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Orang tua dapat membiasakan anak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti bermain di taman atau mengikuti kelas gimnastik setidaknya 2-3 kali dalam seminggu untuk membakar energi dan menjaga kebugaran.

5. Selektif dalam Memilih Asupan
Memilih jenis makanan yang tepat adalah kunci utama. Utamakan pemberian makanan alami (real food) dan camilan dengan rasa manis alami seperti buah-buahan. Selain itu, pilihlah produk pendukung seperti susu tanpa pemanis buatan atau gula tambahan, contohnya Lactogrow UHT, untuk memastikan anak tetap mendapatkan nutrisi tanpa risiko gula berlebih.