bogorplus.id- Polemik pelayanan di Puskesmas Cisarua kini melebar hingga memunculkan evaluasi besar di internal birokrasi kesehatan Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor mulai menyoroti sejumlah kepala puskesmas yang dinilai terlalu lama menduduki jabatan yang sama sehingga dikhawatirkan memengaruhi kualitas pelayanan publik.
Sorotan itu mencuat setelah Puskesmas Cisarua ramai diperbincangkan di media sosial akibat keluhan masyarakat terkait pelayanan yang dianggap lambat dan kurang memuaskan.
Bahkan, rating Google Review fasilitas kesehatan tersebut sempat berada di angka 3,5 dan menjadi perhatian publik.
Di tengah polemik tersebut, Kepala Puskesmas Cisarua, Euis Irma Khumairoh, diketahui telah hampir sembilan tahun menjabat di puskesmas tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan rotasi jabatan aparatur sipil negara (ASN), termasuk kepala puskesmas, seharusnya dilakukan secara berkala agar pelayanan publik tetap berkembang dan tidak stagnan.
“Dari sisi pola karir, setidaknya setiap dua tahun kita coba rolling sebenarnya. Kalau yang ideal itu kami ciptakan rolling terus-terusan karena biar mengenal beberapa dinas, tupoksi dan kondisi masyarakat, sebenarnya idealnya begitu,” kata Ajat, Rabu (20/5/2026).
Namun, Ajat mengakui kebijakan rotasi jabatan belum berjalan maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia di lingkungan birokrasi kesehatan Kabupaten Bogor.
“Karena keterbatasan orang yang ada di sana, biasanya akhirnya melebihi waktu itu kondisinya,” ujarnya.

