bogorplus.id - Tren konsumsi minuman kolagen kian populer di masyarakat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit dan kecantikan. Namun, di balik klaim manfaatnya dalam menjaga elastisitas kulit, konsumsi minuman kolagen rupanya menyimpan sejumlah efek samping bagi kesehatan yang perlu diwaspadai.

Secara alami, tubuh manusia memproduksi kolagen untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan sendi. Protein penting ini tersebar di berbagai bagian tubuh, termasuk tulang, otot, dan darah. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami ini akan menurun, sehingga banyak orang beralih mengonsumsi suplemen atau minuman kolagen instan untuk mempertahankan kadarnya.

Meskipun umumnya aman jika dikonsumsi sesuai aturan pakai atau anjuran dokter, minuman kolagen berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan pada sebagian orang. Berikut adalah beberapa efek samping minuman kolagen yang perlu Anda ketahui:

1. Gangguan Tidur dan Insomnia
Beberapa produsen kerap menambahkan bahan aktif lain, seperti biotin atau ekstrak herbal, untuk memperkaya manfaat produk. Namun, asupan biotin yang berlebihan dalam tubuh justru dapat memicu kesulitan tidur hingga insomnia. Selain itu, efektivitas dan keamanan beberapa bahan herbal tambahan tersebut sering kali belum teruji secara klinis.

2. Gangguan Pencernaan
Konsumsi minuman kolagen juga dapat memengaruhi saluran pencernaan. Gejala yang biasa muncul meliputi kram perut, perut kembung, diare, hingga sembelit (sulit buang air besar). Kandungan biotin yang tinggi dalam produk tersebut disinyalir menjadi salah satu pemicu diare. Meski demikian, gangguan pencernaan ini umumnya bersifat ringan dan dapat mereda dengan sendirinya.

3. Bau Mulut (Halitosis)
Proses pencernaan protein dalam minuman kolagen menghasilkan senyawa sulfur yang dapat memicu bau mulut. Selain itu, kandungan gula atau pemanis tambahan di dalamnya berpotensi merangsang pertumbuhan bakteri di rongga mulut. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup, kondisi ini dapat menyebabkan mulut kering dan memperparah bau mulut.

4. Reaksi Alergi
Bahan baku pembuatan kolagen sering kali berasal dari sumber hewani yang merupakan alergen umum, seperti ikan, kerang, atau telur. Bagi individu yang memiliki riwayat sensitivitas tinggi, mengonsumsi minuman kolagen dapat memicu reaksi alergi seperti batuk, gatal-gatal pada kulit, hingga sesak napas.

5. Risiko Batu Ginjal
Bagi individu yang memiliki faktor risiko batu ginjal seperti riwayat keluarga, riwayat operasi pencernaan, atau kondisi medis tertentu sangat disarankan untuk menghindari minuman kolagen. Hal ini dikarenakan minuman kolagen umumnya mengandung asam amino hidroksiprolin. Senyawa ini dapat meningkatkan kadar asam oksalat dalam tubuh, yang menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya batu ginjal.

Langkah Aman Mengonsumsi Kolagen
Untuk meminimalkan risiko tersebut, konsumen diimbau untuk selalu membaca label komposisi produk sebelum membeli. Pastikan produk telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta belum melewati tanggal kedaluwarsa. Bagi ibu hamil dan menyusui, sebaiknya hindari konsumsi suplemen ini karena aspek keamanannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.