bogorplus.id- Penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah Parungpanjang, rumpin, dan Cigudeg oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai berdampak terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bogor.
Kekurangan pasokan material membuat progres beberapa proyek strategis, termasuk pembangunan Masjid Raya Pakansari, terhambat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengakui bahwa kondisi ini mempengaruhi ritme pekerjaan di lapangan.
Selama ini, penyedia jasa konstruksi banyak bergantung pada pasokan batu dan pasir dari dua wilayah tambang tersebut.
“Penyedia jasa menyampaikan ada kendala suplai material. Biasanya mereka ambil dari Rumpin atau Parungpanjang, tapi sekarang harus dari wilayah yang lebih jauh,” ujarnya, Selasa (4/11).
Menurutnya, jarak distribusi yang lebih jauh menyebabkan biaya pengiriman meningkat dan waktu pekerjaan menjadi lebih lama.
Meski demikian, Pemkab Bogor tetap meminta seluruh kontraktor untuk melanjutkan pekerjaan sesuai kontrak yang telah disepakati.
“Kerjakan dulu hingga batas waktu yang ditentukan. Kalau ada kendala administratif, laporkan dan lampirkan. Itu akan jadi bahan evaluasi Pemkab,” tegasnya.
Ia menegaskan, Pemkab Bogor tidak bisa serta-merta mengubah kontrak di tengah jalan. Segala bentuk penyesuaian, termasuk evaluasi terhadap biaya tambahan atau keterlambatan, baru akan dilakukan setelah masa kontrak berakhir.