bogorplus.id - Body shaming adalah perilaku mengomentari atau merendahkan penampilan fisik seseorang, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Meski sering dianggap sebagai candaan, tindakan ini sebenarnya dapat menyakiti perasaan dan berdampak buruk bagi kesehatan mental korban.

Komentar mengenai bentuk tubuh, warna kulit, berat badan, atau penampilan fisik lainnya termasuk dalam body shaming. Perilaku ini bisa terjadi di lingkungan keluarga, pertemanan, sekolah, tempat kerja, hingga media sosial.

Banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan yang dianggap bercanda ternyata dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan kehilangan rasa percaya diri. Karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda body shaming agar perilaku ini bisa dihentikan.

Berikut beberapa tanda body shaming yang sering terjadi:

  1. Sering mengomentari penampilan fisik orang lain
    Memberikan komentar tentang tubuh seseorang secara terus-menerus, baik mengenai berat badan, warna kulit, maupun bentuk tubuh, termasuk salah satu bentuk body shaming.

    Menjadikan fisik sebagai bahan candaan
    Mengejek atau menertawakan penampilan seseorang demi hiburan dapat melukai perasaan orang tersebut, meski dilakukan dengan alasan bercanda.

    Menilai seseorang dari penampilannya
    Body shaming juga dapat muncul ketika seseorang hanya menilai orang lain berdasarkan bentuk fisik tanpa melihat kepribadian atau kemampuan yang dimiliki.

    Menganggap ejekan fisik sebagai hal wajar
    Ikut tertawa atau membiarkan orang lain dihina karena penampilannya juga termasuk perilaku body shaming yang perlu dihindari.

    Dampak body shaming tidak bisa dianggap sepele. Korban body shaming dapat mengalami berbagai gangguan emosional dan mental, seperti: