BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi terbaru mengenai kondisi atmosfer yang akan melanda wilayah Bandung dan sekitarnya pada Rabu, 10 Juni 2026. Prakiraan ini menunjukkan bahwa langit di kawasan tersebut mayoritas akan diselimuti oleh awan.

Informasi mengenai kondisi cuaca ini didapatkan berdasarkan data terkini yang dirilis oleh BMKG, sebagaimana yang dikutip dari Detikcom. Data tersebut menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas harian mereka.

Secara spesifik, BMKG memproyeksikan bahwa suhu udara di Bandung akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yakni antara 14 derajat Celsius hingga mencapai batas maksimum 28 derajat Celsius. Kisaran suhu ini memberikan gambaran mengenai variasi cuaca sepanjang hari.

Sementara itu, tingkat kelembapan udara di wilayah Bandung diperkirakan berada pada persentase yang cukup tinggi, berkisar antara 66 hingga mencapai titik maksimal 95 persen. Kelembapan tinggi ini merupakan ciri khas wilayah dataran tinggi.

Suhu minimum yang diprediksi menyentuh 14 derajat Celsius mengindikasikan bahwa udara akan terasa sangat sejuk, terutama pada periode pagi hari menjelang matahari terbit dan saat malam tiba. Kondisi ini memerlukan persiapan pakaian yang lebih hangat dari warga.

Sebaliknya, suhu maksimum yang mencapai 28 derajat Celsius menunjukkan bahwa siang hari di Bandung masih terasa relatif nyaman dan bersahabat bagi warga yang hendak melakukan berbagai kegiatan di luar ruangan. Suhu ini masih dianggap normal untuk wilayah tersebut.

Hamparan awan diproyeksikan akan menutupi sebagian besar langit di Bandung Raya dan area sekelilingnya, yang berpotensi mengurangi intensitas paparan sinar matahari langsung ke permukaan bumi. Meskipun demikian, suhu udara secara umum masih tergolong normal.

"Kondisi cuaca di wilayah Bandung dan sekitarnya diprakirakan akan didominasi oleh langit berawan," demikian informasi yang disampaikan BMKG mengenai kondisi langit hari itu, dikutip dari Detikcom.

Tingkat kelembapan yang bisa mencapai 95 persen menandakan adanya kandungan uap air yang melimpah di atmosfer, sebuah fenomena yang lumrah terjadi di area dataran tinggi seperti Bandung. Hal ini membuat udara terasa lebih lembap pada momen tertentu.