bogorplus.id - Aroma rumput segar bercampur suara lenguhan sapi memenuhi lapak kurban di Jalan Abdullah bin Nuh, Cilendek Barat, Kota Bogor.
Di bawah terik matahari siang, puluhan pekerja sibuk memberi makan, membersihkan kandang, hingga memandikan sapi-sapi jumbo yang berjejer rapi menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Di tengah kesibukan itu, M Solikhin tampak mondar-mandir mengawasi kondisi hewan kurbannya satu per satu. Pria yang telah 16 tahun berjualan sapi kurban itu kini mengelola ratusan ekor sapi di lapak miliknya, Sukses Mandiri Farm.
Tahun ini, sedikitnya 450 ekor sapi disiapkan untuk memenuhi permintaan warga Bogor dan sekitarnya. Menariknya, sekitar 400 ekor di antaranya sudah terjual bahkan sebelum Iduladha tiba.
“Alhamdulillah tahun ini sekitar 400 ekor sudah terjual. Tinggal sekitar 50 ekor lagi,” ujar Solikhin saat ditemui bogorplus.id, Kamis (21/5/2026).
Namun di balik ramainya lapak kurban itu, ada perjalanan panjang yang tidak banyak diketahui pembeli.
Solikhin mengaku, bisnis hewan kurban bukan usaha musiman yang dikerjakan hanya menjelang Iduladha. Setelah musim kurban selesai, ia justru kembali memulai pekerjaannya dari nol.
Selama satu hingga dua bulan setelah Iduladha, ia biasanya beristirahat sebelum kembali berburu sapi ke berbagai daerah sentra peternakan di Indonesia.
Bersama beberapa pegawainya, ia mendatangi Bali, Semarang, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara demi mencari sapi berkualitas.

