BOGORPLUS.ID - Aksi unjuk rasa dengan konsep yang tidak biasa digelar oleh kelompok perempuan bernama Bara Puan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 23 Juni 2026. Mereka secara simbolis mendirikan "dapur umum" sebagai bentuk protes terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah.
Para demonstran tiba di lokasi aksi, yakni halaman Gubernuran Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka membawa perlengkapan memasak lengkap, termasuk berbagai jenis sayur-mayur segar, sebagai bagian dari narasi protes mereka yang bertema 'Dapur Umum Banget'.
Di tengah kondisi cuaca yang sempat diguyur rintik hujan, massa Bara Puan tetap melanjutkan kegiatan mengolah bahan makanan sederhana. Bahan-bahan yang mereka gunakan meliputi kangkung, tempe, ikan, kerang, hingga telur, menunjukkan fokus pada ketersediaan pangan lokal.
Selain peralatan dapur, aksi tersebut juga diwarnai dengan pembentangan poster-poster berisi pesan kritik tajam. Beberapa tulisan yang terlihat antara lain 'Dapur Umum Banget', 'SPPG Satuan Penolak Prabowo Gibran', dan 'Dapur Ini Milik Rakyat'.
Tuti Wijaya, selaku perwakilan dari Bara Puan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari aksi 'Dapur Umum Banget' ini adalah untuk menggambarkan kondisi riil dapur warga biasa. Langkah ini diambil sebagai bentuk kritik langsung terhadap Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan komponen dalam program MBG.
"Makna dari dapur umum sendiri kita mencoba untuk menarik konteks bagaimana di wilayah pedesaan juga harus bisa dibawa ke kota, apalagi dengan ikon-ikon atau bahan makanan yang kita bawa dari desa yang memang sedang berjuang," ujar Tuti Wijaya, perwakilan Bara Puan.
Konsep dapur umum yang mereka sajikan menekankan penggunaan bahan pangan lokal yang bersumber langsung dari warga yang tengah berjuang. Salah satu contohnya adalah beras yang mereka bawa berasal dari petani di Sumberrejo yang sedang mempertahankan ruang hidup mereka dari ancaman penambangan.
Tuti juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemilikan program MBG yang dinilai tidak berorientasi pada masyarakat. "Karena MBG ternyata kepemilikannya bukan masyarakat, jadi 'umum bangetnya' itu ini milik semua orang, kepemilikan warga," ucap Tuti.
Melalui demonstrasi yang melibatkan kegiatan memasak ini, Bara Puan secara tegas menuntut pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Mereka menilai program tersebut hingga saat aksi berlangsung belum terealisasi secara efektif di tengah masyarakat.






.png)