bogorplus.id – Telah ramai di media sosial, sebuah video menunjukkan kerusakan patung penyu yang diperkirakan bernilai Rp15,6 miliar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun-alun Gadobangkong, Sukabumi.

Dalam tayangan itu, kondisi patung penyu terlihat sangat memprihatinkan yaitu bagian tempurungnya sudah robek dan penyok.

Warga yang merekam video tersebut juga tampak membuka lapisan luar patung, yang ternyata terbuat dari karton berwarna cokelat seperti kardus.

Di bagian dalam patung penyu, terlihat rangka dari kayu yang berfungsi untuk menopang karton-karton tersebut.

Unggahan video ini kemudian memicu kemarahan warganet, terutama setelah mengetahui anggaran pembuatan patung tersebut diduga mencapai Rp15 miliar.

Sebelumnya, Alun-alun Gadobangkong juga telah menarik perhatian karena infrastruktur di sana mengalami kerusakan akibat ombak.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pertengahan Februari 2025. Selain patung penyu yang hancur, jogging track di area tersebut pun mengalami kerusakan akibat tergerus ombak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi , Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu anggaran dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) untuk perbaikan fasilitas di Alun-alun Gadobangkong.

“Anggarannya tidak di DLH, tapi di Perkim. Penganggarannya masih di Perkim tahun ini, kami hanya pengelola saja, artinya kami sedang menunggu anggaran dari Perkim untuk perbaikan,” jelas Prasetyo, Selasa (18/2/2025).