bogorplus.id - Malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Adha kerap diwarnai dengan berbagai kegiatan luar ruang, mulai dari berwisata keliling kota, berkumpul bersama kerabat, hingga sekadar menikmati suasana malam lebaran kurban. Namun, di balik kemeriahan tersebut, malam sebelum Idul Adha sejatinya merupakan salah satu waktu istimewa yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah.

Para ulama menyebut malam takbiran sebagai waktu yang penuh keberkahan sekaligus momen mustajab untuk memanjatkan doa. Sayangnya, tidak sedikit umat Muslim yang melewatkan keutamaan sunnah ini karena terlalu fokus pada perayaan euforia semata.

Keistimewaan Malam Takbiran Idul Adha

Malam takbiran juga dikenal dengan istilah Lailatul Jaiza, yang berarti malam pembagian hadiah. Pada malam ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah guna menjemput keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT.

Anjuran untuk menghidupkan malam hari raya ini disandarkan pada hadis Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha atas dasar perintah Allah, maka hatinya tidak akan pernah mati pada hari semua hati mati." (HR Ath-Thabrani, Ad-Daruquthni, dan Ibnu Majah dari Ubadah bin Shamit).

Perintah untuk mengagungkan Allah SWT melalui takbir juga termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."