BOGORPLUS.ID - Aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh perwakilan buruh tani dan pedagang pasar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, telah berakhir pada Jumat (19/6/2026) pagi. Massa peserta aksi dilaporkan telah membubarkan diri dari lokasi sentral tersebut setelah rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Peristiwa pembubaran massa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, sebagaimana terpantau dari berbagai sumber di lapangan. Setelah membubarkan diri, kerumunan massa tersebut dilaporkan bergerak berjalan kaki menuju arah Gambir, menandai selesainya demonstrasi.
Dilansir dari Detikcom, setelah massa aksi meninggalkan area Patung Kuda, aparat kepolisian segera mengambil langkah untuk membuka kembali Jalan Medan Merdeka Selatan. Jalan raya ini sebelumnya harus ditutup total untuk mengamankan jalannya kegiatan demonstrasi.
Kondisi arus lalu lintas di sekitar lokasi Patung Kuda kini dilaporkan telah kembali normal dan berjalan lancar. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah diizinkan melintas kembali dengan kecepatan yang normal seperti sedia kala.
Aksi unjuk rasa ini merupakan gabungan dari Kelompok Tani Merdeka dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Mereka berkumpul di Patung Kuda dengan tujuan utama menyampaikan dukungan eksplisit kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka, Don Muzakir, menjelaskan skala partisipasi dalam kegiatan tersebut. "Aksi hari ini kita menurunkan ada kawan-kawan kita ada 7.000 orang dari Jabodetabek. Nah sekitar 8 kabupaten kota kita turunkan dari petani dan pedagang," ujar Don Muzakir saat ditemui di lokasi.
Lebih lanjut, Don Muzakir menegaskan bahwa tujuan aksi ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah saat ini. "Aksi ini adalah bentuk bentuk dukungan kami kepada Presiden Pak Prabowo Subianto," imbuhnya.
Menurut keterangan Don Muzakir, para petani telah merasakan dampak positif yang signifikan dari program kerja yang diterapkan oleh Presiden Prabowo. Dampak ini mencakup peningkatan ekonomi dan pendapatan mereka di sektor pertanian.
"Kawan-kawan yang ada di lapangan hari ini, petani, pedagang, ini sangat terbantu, sangat secara ekonomi meningkat, secara pendapatan juga meningkat dengan harga penetapan harga gabah, penetapan harga jagung, dan penyerapan hasil panennya ke MBG," jelas Don Muzakir.






.png)