BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden yang melibatkan mobil listrik Xiaomi SU7 di China baru-baru ini menarik perhatian publik karena terjadi ketika fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) sedang beroperasi. Peristiwa ini secara langsung menyoroti sejauh mana keandalan teknologi bantuan pengemudi yang saat ini disematkan pada kendaraan modern.

Peristiwa ini terjadi ketika Xiaomi SU7 tengah melaju di Jalan Raya 331 dengan mengaktifkan fungsi Lane Centering Control (LCC), sebuah fitur penting dalam paket ADAS. Kecelakaan tersebut bermula saat kendaraan mendekati sebuah tikungan di mana terdapat gundukan tanah yang cukup besar berada tepat di jalur yang dilalui mobil tersebut.

Sistem ADAS yang seharusnya berfungsi sebagai sistem keselamatan aktif, termasuk fitur pengereman darurat otomatis (autonomous emergency brake), dilaporkan gagal mendeteksi keberadaan rintangan tersebut. Akibatnya, mobil tidak menunjukkan perlambatan yang semestinya saat mendekati gundukan tanah yang terlihat jelas di depannya.

Pengemudi kendaraan tersebut mengungkapkan bahwa ia baru menyadari adanya rintangan besar tersebut pada jarak yang sudah terlalu dekat. Hal ini menyebabkan pengemudi tidak memiliki waktu yang cukup untuk menginjak pedal rem secara manual dan mencegah benturan keras.

Akibat kegagalan sistem dalam merespons, mobil listrik Xiaomi SU7 tersebut akhirnya menabrak gundukan tanah tersebut hingga menyebabkan kendaraan terangkat dan terbang melintasi rintangan. Benturan keras yang terjadi mengakibatkan kerusakan signifikan pada bagian depan mobil, termasuk bumper depan, sebagian spatbor, serta pelindung bawah bodi.

Meskipun terjadi benturan keras, sistem keselamatan pasif kendaraan dinilai berfungsi optimal, di mana kantung udara (airbag) depan dilaporkan langsung mengembang seketika. Pengemudi dilaporkan selamat dari insiden tersebut tanpa mengalami cedera serius, dan komponen baterai mobil juga dipastikan tidak mengalami tanda-tanda kebakaran.

Penyelidikan lebih lanjut oleh polisi lalu lintas di lokasi kejadian menemukan fakta bahwa ruas jalan raya tempat kecelakaan itu terjadi ternyata belum resmi dibuka untuk umum. Fakta ini menjadi salah satu variabel penting dalam analisis penyebab kecelakaan tersebut.

Meskipun demikian, pengemudi menyatakan bahwa ia hanya mengikuti arahan dari sistem navigasi yang terpasang pada kendaraan dan tidak melihat adanya rambu peringatan yang dipasang di area tersebut.

Kegagalan sistem ADAS ini memicu pertanyaan serius dari masyarakat mengenai efektivitas perangkat sensor yang digunakan pada Xiaomi SU7. Kendaraan ini diketahui dilengkapi dengan sistem pendukung ADAS yang canggih, meliputi sebelas kamera, dua belas sensor ultrasonik, satu radar gelombang milimeter, serta didukung oleh chip komputasi Nvidia dengan kekuatan 84 TOPS.