BOGORPLUS.ID - Sebuah upaya mitigasi aksesibilitas warga di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, harus tertunda menyusul insiden ambruknya jembatan gantung sementara yang sedang dalam tahap penyelesaian. Jembatan darurat ini didirikan sebagai solusi sementara selama perbaikan Jembatan Wika yang diperkirakan memakan waktu enam bulan.
Peristiwa ini terjadi pada infrastruktur yang memang dipersiapkan untuk menunjang mobilitas pejalan kaki sebagai jalur alternatif. Jembatan gantung tersebut mengalami longsor pada struktur penyangganya sebelum sempat diresmikan dan dibuka untuk umum.
Menurut keterangan resmi, fasilitas penyeberangan sementara itu belum rampung sepenuhnya saat insiden terjadi. "Jembatan yang longsor tersebut adalah jembatan pejalan kaki yang baru dibuat dan belum digunakan. Belum selesai pembangunan," ujar Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, saat dihubungi pada Senin (22/6/2026).
Penyebab utama longsornya tebing penyangga jembatan diduga kuat berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Hujan lebat yang mengguyur pada Minggu (21/6) malam menyebabkan tanah di area tersebut menjadi labil dan mudah longsor.
Selain dipengaruhi intensitas hujan, kikisan dari aliran sungai di bawah struktur jembatan juga turut memperparah kondisi tanah di lokasi pembangunan. Kejadian ini dipastikan tidak menimbulkan adanya korban jiwa dari pihak mana pun.
Andi Sumardi menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan penyebab insiden tersebut. "Penyebab longsor karena hujan besar semalam, terjadi longsor. Iya, tergerus sungai juga. Jembatan gantung tersebut pekerjaan di PUPR, itu sudah dalam pengerjaan bagian teknis PUPR. Belum ada laporan dan tidak ada permintaan (perbantuan) dari PUPR juga," kata Andi.
Kerusakan infrastruktur sementara ini secara langsung berdampak pada arus mobilitas masyarakat yang menghubungkan dua kawasan penting, yaitu Gunungputri dan Klapanunggal. Warga kini menghadapi kendala penyeberangan yang signifikan.
Jembatan utama, yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Wika, saat ini sedang menjalani proses renovasi berkala yang diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan ke depan. Hal ini mendorong inisiasi pembangunan jembatan gantung sementara oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
Sementara jembatan bagi pejalan kaki mengalami kendala, akses bagi pengguna kendaraan bermotor telah dialihkan ke rute lain. "Jadi memang jembatan utamanya kan sedang perbaikan, sudah hampir enam bulan. Nah jadi jembatan gantung itu dibangun sementara untuk pejalan kaki, jembatan sementara saja buat orang nyeberang, karena kan jembatan utamanya lagi perbaikan," jelas Andi Sumardi.






.png)