BOGORPLUS.ID - Pengelola resmi Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan yang berlokasi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, telah mengumumkan adanya penyesuaian tarif tiket masuk. Kebijakan kenaikan harga ini dijadwalkan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang.

Penyesuaian tarif ini mencakup wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan ikonik danau dan pura tersebut. Keputusan ini diambil setelah melalui proses kajian mendalam oleh pihak manajemen.

Tujuan utama dari kenaikan biaya masuk ini adalah untuk mendongkrak kualitas pelayanan secara keseluruhan di area wisata tersebut. Selain itu, hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan kawasan dan pengembangan atraksi budaya yang ada.

Untuk wisatawan domestik dewasa, tarif tiket masuk akan disesuaikan menjadi Rp 50.000 per orang. Angka ini naik dari tarif sebelumnya yang berkisar antara Rp 40.000 pada hari biasa dan Rp 50.000 pada akhir pekan atau hari libur nasional.

Sementara itu, untuk kategori anak-anak dari wisatawan domestik, harga tiket akan disesuaikan menjadi Rp 25.000, meningkat dari tarif lama yakni Rp 20.000. Perubahan ini menunjukkan adanya penyesuaian struktur harga untuk segmen usia anak-anak.

Bagi pelancong mancanegara, kenaikan tarif terlihat lebih signifikan, di mana tiket dewasa melonjak dari Rp 75.000 menjadi Rp 100.000. Kategori anak-anak wisatawan asing juga mengalami kenaikan dari Rp 50.000 menjadi Rp 75.000.

"Penyesuaian harga tiket ini diambil setelah pihak pengelola melakukan studi banding ke sejumlah destinasi wisata lain. Selain itu, mempertimbangkan peningkatan kualitas layanan, pengelolaan kawasan, dan pengembangan atraksi budaya di kawasan," ujar I Wayan Mustika, Direktur PT Ulun Danu Beratan Lestari.

Pihak manajemen menyatakan optimisme bahwa kebijakan harga baru ini tidak akan berdampak negatif secara signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan. Mereka telah menyiapkan strategi khusus untuk menjaga daya tarik kawasan tersebut.

Salah satu antisipasi yang disiapkan adalah melalui pagelaran rutin seni dan budaya Bali, seperti Tari Barong dan Tari Kecak. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama dan kedua setiap bulannya.