BOGORPLUS.ID - Keberhasilan program peningkatan kualitas genetik ternak kembali tercatat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Pada Kamis, 18 Juni 2026, seekor anak sapi jantan Belgian Blue lahir di peternakan milik Ajis di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Kelahiran pedet yang diberi nama Comi ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di wilayah tersebut hingga pertengahan tahun 2026. Kejadian ini menjadi indikator positif atas implementasi program inseminasi buatan (IB) yang didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat.

Proses persilangan genetik ini dilakukan dengan menggunakan semen beku dari Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang disuntikkan pada sapi lokal milik peternak setempat. Teknologi reproduksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sapi potong di Kobar.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kobar, Muhamad Samsudin, memberikan rincian mengenai asal usul genetik pedet yang baru lahir tersebut. Informasi ini menguatkan transparansi pelaksanaan program IB di daerah tersebut.

"Comi merupakan hasil proses inseminasi buatan yang dilakukan pada 13 Juni 2025 oleh inseminator Ali Imron. Induknya berasal dari bangsa simmental, sementara semen beku yang digunakan berasal dari pejantan Belgian Blue berkode 282194 atau Satria yang diproduksi Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari," ujar Muhamad Samsudin pada Senin (22/6/2026).

Samsudin juga mengungkapkan optimisme bahwa tren kelahiran sapi Belgian Blue akan terus meningkat di masa mendatang. Hal ini didorong oleh adanya peningkatan minat dari kalangan peternak lokal untuk mengadopsi teknologi reproduksi modern tersebut.

"Kelahiran pedet Belgian Blue merupakan capaian yang membanggakan karena mendukung program peningkatan kualitas genetik ternak sekaligus mendorong produktivitas peternakan sapi potong di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Muhamad Samsudin.

Ajis, selaku pemilik Comi, menyambut baik kelahiran ini dan berharap kesuksesan ini dapat menginspirasi peternak lain di wilayahnya. Pemanfaatan teknologi IB dinilai sangat penting untuk kemajuan sektor peternakan lokal.

"Dengan kelahiran pedet ini saya berharap agar banyak peternak di Kobar dapat memanfaatkan IB sebagai teknologi reproduksi ternak," ungkap Ajis pada Senin (22/6/2026).