BOGORPLUS.ID - Sebanyak 183 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Kabupaten Kuningan hingga kini diketahui belum menerima alokasi bantuan sepeda motor listrik yang sebelumnya dijanjikan akan didistribusikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Meskipun ketersediaan fasilitas transportasi roda dua ini masih tertunda, operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kuningan dilaporkan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengalami hambatan signifikan, seperti yang disampaikan oleh pihak terkait.
Nissa Rahmi, selaku Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Kuningan, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pembagian kendaraan ramah lingkungan tersebut. Selain itu, pengadaan perangkat pendukung lainnya untuk SPPG di Kuningan juga belum terealisasi.
Nissa menjelaskan bahwa kegiatan operasional di lapangan saat ini masih sangat bergantung pada ketersediaan armada yang telah disiapkan oleh pihak yayasan pelaksana atau mitra kerja program. Sementara itu, para Kepala SPPG harus menggunakan kendaraan pribadi mereka untuk memastikan kelancaran tugas harian.
"Saya belum terinfo apapun terkait kendaraan motor tersebut. Untuk sekarang ini belum ada pengadaan apapun yang sampai untuk didistribusikan," papar Nissa Rahmi.
Ia menambahkan bahwa untuk distribusi logistik, saat ini masih menggunakan mobil yang disediakan mitra, "Namun untuk Kepala SPPG masih menggunakan kendaraan pribadi," tambah Nissa Rahmi pada Senin (8/9/2026).
Selain kendala fasilitas, beberapa dapur SPPG di Kuningan juga menghadapi tantangan terkait keterlambatan pencairan dana operasional untuk kebutuhan logistik. Nissa Rahmi menyatakan bahwa ia belum dapat memberikan rincian jumlah dapur yang terdampak karena situasi anggaran tersebut masih bersifat dinamis.
"Untuk keterlambatan memang beberapa ada, tapi jumlahnya masih fluktuatif karena ada dana yang baru masuk, ada yang belum. Kami juga masih menunggu," ungkap Nissa.
Nissa Rahmi menegaskan bahwa informasi mengenai kendala anggaran ini telah disampaikan kepada manajemen pusat untuk segera ditindaklanjuti, "Untuk pelaporan sudah kami infokan ke pimpinan," tutur Nissa.





