bogorplus.id– Ratusan warga penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bogor memilih mundur dari program pemerintah setelah Dinas Sosial mewajibkan pemasangan stiker identitas pada rumah penerima manfaat.
Kebijakan penandaan itu dinilai efektif memastikan bansos tepat sasaran, namun memicu penolakan dari sebagian keluarga penerima manfaat (KPM).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, mengungkapkan bahwa lebih dari 110 KPM resmi menarik diri karena tidak ingin dipasangi stiker identitas.
“Salah satu dampak dari kita memasang identitas, ratusan KPM pada akhirnya mengundurkan diri, tidak mau menerima bansos lagi. Di atas 110 dampak dari pemasangan identitas penerima bansos, salah satunya ya,” ujar Farid di Lapangan Tegar Beriman, Kamis (4/12).
Meski begitu, Farid menilai fenomena tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kemandirian sebagian warga.
Ia menyebut banyak keluarga yang merasa sudah mampu sehingga bersedia memberi kesempatan bagi warga lain yang lebih membutuhkan.
“Kita si alhamdulillah kalau ada masyarakat yang sudah sadar, sudah punya kemandirian, sudah punya kemampuan,” katanya.
“Kemudian mengundurkan diri untuk tidak menerima bansos lagi dan memberikan kesempatan ke yang lain, kami sangat berterima kasih atas kesadaran itu.”sambungnya.
Di sisi lain, Dinsos juga menemukan kasus warga Ciomas yang tetap tercatat sebagai keluarga miskin meski memiliki mobil Mitsubishi Xpander.