bogorplus.id - Dalam ajaran Islam, husnul khatimah merupakan dambaan setiap muslim saat mengakhiri perjalanan hidup di dunia. Secara harfiah, husnul khatimah berarti akhir yang baik, yakni kondisi ketika seseorang meninggal dunia dalam keadaan melakukan amal saleh atau ketaatan kepada Allah SWT.

Sebaliknya, terdapat istilah su'ul khatimah yang merujuk pada akhir yang buruk. Cendekiawan muslim M. Quraish Shihab dalam bukunya Perjalanan Menuju Keabadian: Kematian, Surga dan Ayat-ayat Tahlil, mengutip riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa penilaian terhadap amal seseorang sangat bergantung pada bagian akhirnya. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, "Innama al-a'mâlu bi al-khawatim," yang berarti seseorang dinilai sesuai dengan akhir amalnya (HR. Bukhari).

Untuk mengenali kondisi tersebut, M. Nashiruddin al-Albani dalam buku Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah merangkum sejumlah tanda seseorang wafat dalam keadaan husnul khatimah berdasarkan dalil-dalil sahih:

1. Mengucapkan Kalimat Syahadat
Seseorang yang mampu mengucapkan kalimat tauhid menjelang ajalnya merupakan tanda utama husnul khatimah. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan 'La ilaha illallah', maka ia dimasukkan ke dalam surga." (HR. Hakim).

2. Berkeringat di Bagian Dahi
Meninggal dengan dahi berkeringat merupakan ciri mukmin yang baik. Berdasarkan hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya."

3. Wafat pada Hari atau Malam Jumat
Meninggal pada waktu yang mulia ini diyakini sebagai perlindungan dari fitnah kubur. Rasulullah SAW menyatakan bahwa setiap muslim yang wafat pada hari atau malam Jumat akan dihindarkan Allah dari siksa kubur (HR. Ahmad).

4. Mati Syahid di Medan Perang
Gugur saat memperjuangkan agama Allah adalah jaminan surga. Dalam Surah Ali Imran ayat 169-171, Allah menegaskan bahwa mereka yang gugur di jalan-Nya tidaklah mati, melainkan hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki dan karunia.

5. Perempuan yang Meninggal Saat Melahirkan
Islam memberikan derajat syahid bagi perempuan yang wafat karena proses bersalin. Dalam hadis riwayat Ahmad, disebutkan bahwa anak yang dilahirkannya akan menarik ibunya ke surga.

6. Meninggal Akibat Terbakar atau Penyakit Tertentu
Terdapat kategori syahid bagi mereka yang wafat karena musibah atau penyakit berat, di antaranya karena terbakar, tenggelam, tertimpa reruntuhan, hingga penyakit perut seperti busung lapar atau kolera (HR. Malik dan Abu Dawud).