BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk Kota Pontianak pada hari Rabu, 17 Juni 2026, yang menunjukkan dominasi langit berawan sepanjang hari. Kondisi ini berlaku merata di seluruh enam kecamatan yang berada di wilayah ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

Informasi ini penting bagi warga yang akan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam puncak paparan sinar matahari. Meskipun langit tertutup awan, BMKG menekankan adanya potensi suhu yang terasa sangat terik di siang hari.

Secara meteorologis, kondisi eksisting di Pontianak Kota mencatat kelembapan udara yang cukup tinggi, yaitu mencapai 94 persen pada saat rilis dikeluarkan. Kecepatan angin terpantau bergerak perlahan sekitar 6,4 kilometer per jam yang berembus dari arah Timur Laut.

Selain itu, jarak pandang di wilayah Pontianak pada hari itu diproyeksikan sangat baik, yakni berada pada kisaran lebih dari 10 kilometer. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun berawan, kondisi atmosfer secara umum cukup stabil dari sisi jarak pandang horizontal.

BMKG merilis data spesifik mengenai fluktuasi suhu dan kelembapan yang memicu perbedaan kenyamanan termal bagi warga. Hal ini menjawab pertanyaan masyarakat mengenai mengapa udara Pontianak terasa sangat gerah meskipun tidak terjadi hujan.

Dikutip dari BMKG, di daerah Sungai Bangkong, Pontianak Kota pada pukul 11.00 WIB, suhu udara tercatat 31 derajat Celsius, namun suhu yang dirasakan kulit mencapai 37 derajat Celsius, "Suhu yang dirasakan kulit atau terasa seperti menyentuh angka 37 derajat Celsius akibat kelembapan 66 persen dan indeks UV masuk kategori Ekstrem," kata BMKG.

Puncak rasa panas terjadi pada pukul 12.00 WIB, di mana suhu udara fisik adalah 32 derajat Celsius, namun suhu yang dirasakan melonjak menjadi 38 derajat Celsius. Pada jam tersebut, kelembapan udara sedikit menurun menjadi 62 persen, sementara Indeks UV tetap berada pada level Ekstrem.

Warga diimbau untuk mengantisipasi paparan sinar UV yang ekstrem, terutama saat suhu terasa paling tinggi, karena indeks UV mencapai level 9 dari 11 pada pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian pemantauan dari pagi hingga sore hari menegaskan bahwa curah hujan tercatat sebesar 0 milimeter, tanpa adanya indikasi hujan.

Dikutip dari BMKG, stabilitas cuaca berawan tanpa hujan ini tidak akan berlangsung lama, "Pada hari Kamis, 18 Juni 2026, seluruh kecamatan di Kota Pontianak diprediksi akan mulai diguyur hujan ringan dengan penurunan suhu minimum mencapai 23 derajat Celsius," ujar BMKG.