BOGORPLUS.ID - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi menyambut kedatangan 392 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 21 Debarkasi Makassar. Penyambutan hangat ini berlangsung di Asrama Haji Makassar pada hari Selasa, menandai berakhirnya rangkaian ibadah suci mereka di Tanah Suci.
Kegiatan penyambutan tersebut berlangsung meriah dan hangat, diwarnai dengan interaksi langsung antara Gubernur dengan para jemaah. Dalam suasana keakraban tersebut, Andi Sudirman juga memberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai kepada beberapa jemaah yang berhasil menjawab pertanyaannya.
Para jemaah yang baru tiba dalam Kloter 21 ini merupakan gabungan dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Soppeng, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Enrekang. Kedatangan mereka disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan dukungan dari ratusan peserta haji lainnya yang sudah lebih dulu tiba.
Pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan GIA 1421 yang membawa rombongan Kloter 21 ini mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tepat pada pukul 08.18 WITA. Kedatangan rombongan ini menambah jumlah total jemaah yang telah kembali melalui Debarkasi Makassar menjadi 8.231 orang.
Berdasarkan data manifes, total anggota Kloter 21 terdiri atas 386 jemaah haji dan enam petugas pendamping. Rincian geografisnya menunjukkan bahwa mayoritas berasal dari Kabupaten Soppeng sebanyak 332 orang, diikuti 31 orang dari Kabupaten Gowa, dan 23 orang dari Kabupaten Enrekang.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pesan penting kepada seluruh jemaah yang baru saja menuntaskan ibadah haji mereka. Beliau menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
"Setelah pulang dari haji, mari terus memakmurkan masjid dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat," ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, memberikan semangat kepada para tamu Allah tersebut.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa predikat haji mabrur harus menjadi semangat berkelanjutan, bukan sekadar seremoni sesaat. Hal ini harus terwujud dalam peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
"Saya mengingatkan agar predikat haji mabrur tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah dan kepedulian sosial," kata Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.






.png)