BOGORPLUS.ID - Sumur bersejarah yang dikenal dengan nama Sumur Puter, peninggalan dari Sunan Kudus, dilaporkan dalam kondisi terbengkalai di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus. Situs ini memiliki nilai historis tinggi karena dipercaya merupakan sumber air yang ditinggalkan oleh wali tersebut untuk warga pascaperang.
Lokasi Sumur Puter ini berada di balik gang sempit Desa Langgardalem, dengan jarak sekitar 500 meter dari kompleks Menara Kudus. Untuk mencapai sumur tersebut, pengunjung harus melewati jalur yang sangat sempit, bahkan hanya bisa dilewati oleh satu unit sepeda motor.
Saat ini, bangunan yang menaungi sumur bersejarah tersebut tampak tidak terawat dengan baik, tersembunyi di dalam bekas gudang pabrik rokok dengan tembok setinggi sekitar lima meter. Kondisi di sekitarnya dipenuhi tanaman liar dan semak belukar yang menghalangi akses.
Pengunjung yang berniat melihat Sumur Puter dilaporkan harus membawa alat seperti sabit atau parang terlebih dahulu untuk membersihkan jalan setapak menuju lokasi. Kondisi fisik sumur itu sendiri kini hanya menyisakan pipa paralon yang menjulang ke permukaan, dan airnya diambil menggunakan mesin sedot.
Mohammad Romza, selaku pemangku Sumur Puter, menjelaskan bahwa sumber air ini merupakan anugerah dari Sunan Kudus atau Jafar Shodiq. Sumber air ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang baru kembali dari medan perang.
"Sumur puter ini, menurut yang saya terima dari pemangku dulu, sumur hadiah dari Sunan Kudus untuk masyarakat waktu membutuhkan kehidupan, air untuk bekal masyarakat sebagai bekal pulang berperang," kata Mohammad Romza saat ditemui di lokasi pada Rabu (10/6/2026).
Romza menambahkan bahwa mata air tersebut awalnya muncul setelah Sunan Kudus menancapkan tongkatnya ke tanah di lokasi tersebut. "Sumur ini awalnya dulu tongkat yang ditanamkan di sini, keluar mata air untuk kebutuhan masyarakat untuk bisa dikonsumsi," imbuhnya.
Penamaan Sumur Puter berasal dari proses pencarian lokasi oleh Sunan Kudus, yang sempat memutar tongkatnya setelah mendapat penolakan di area Pasucen. "Namanya sumur puter, dulu yang diputar itu tongkat. Jadi waktu itu Sunan Kudus menancapkan di salah satu tempat di sekitar Pasucen itu, buat mencari mata air. Ada orang tua yang mengatakan tidak bersedia untuk dibuat mata air, maka tongkat ditancapkan di sini," jelas Mohammad Romza.
Lokasi Sumur Puter ini ternyata sangat dekat dengan kediaman Sunan Kudus pada masa itu. "Letaknya ini dekat dengan rumah Sunan Kudus. Sekitar 50 meter dari tempat ini adalah rumah Sunan Kudus," terang Mohammad Romza.






.png)