bogorplus.id- Penutupan sejumlah tempat usaha di kawasan Puncak oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menuai protes dari warga di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya pengangguran dan terancamnya perekonomian lokal.

Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menyatakan akan segera menggelar audiensi dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menyampaikan keluhan warga.

Ketua AMBS, Muhsin SIP, menegaskan penutupan usaha berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Bupati Bogor harus hadir dan turun tangan menangani persoalan yang sedang dialami rakyatnya,” katanya, Senin (11/7).

Menurut Muhsin, hampir setiap hari para tokoh AMBS menerima keluhan dari pegawai atau karyawan yang khawatir kehilangan pekerjaan akibat penutupan tempat usaha.

Ia menyebut ribuan pekerja terancam dirumahkan.

“Kalau tempat usaha banyak yang ditutup, sudah pasti PHK akan terjadi. Warga akan kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Ini bisa membuat anak putus sekolah, berhenti mondok pesantren, bahkan kesulitan membeli kebutuhan pokok seperti susu anak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak menolak upaya menjaga kelestarian lingkungan, namun meminta pemerintah mencari solusi yang seimbang antara pelestarian alam dan keberlangsungan ekonomi warga.