BOGORPLUS.ID - Kawasan wisata ikonik di Ubud, Gianyar, Bali, yaitu Jalan Raya Campuhan, dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur trotoar yang cukup signifikan di beberapa titik. Kerusakan ini menimbulkan kerisauan karena membahayakan keselamatan para pejalan kaki, khususnya wisatawan yang berkunjung ke area tersebut.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada hari Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 Wita, kondisi terparah terlihat pada trotoar di sisi selatan jalur tersebut. Sisi ini merupakan rute penting yang menghubungkan area Puri Agung Ubud menuju Museum Blanco.

Dampak kerusakan ini bahkan sudah menimbulkan insiden kecil, di mana salah satu wisatawan dilaporkan sempat tersangkut kakinya saat melintas di jalur yang tidak rata tersebut. Hal ini memaksa para turis untuk meningkatkan kewaspadaan saat berjalan kaki.

Banyak wisatawan asing terpaksa mengambil langkah darurat untuk menghindari bagian trotoar yang rusak. Mereka memilih untuk berpindah ke trotoar sisi utara atau bahkan terpaksa turun dan berjalan di badan jalan aspal yang padat kendaraan.

Seorang turis asal Prancis bernama Sinji mengungkapkan kekhawatirannya saat dimintai tanggapan di lokasi. "Ya, saya harus berkonsentrasi saat berjalan di trotoar ini," ujar Sinji.

Sinji juga menambahkan bahwa kondisi fisik trotoar yang berlubang dan tidak rata jelas menimbulkan risiko kecelakaan bagi siapapun yang melewatinya. "Sebenarnya saya tidak terlalu terganggu dengan trotoar ini. Tapi, cukup berbahaya. Bisa bikin orang jatuh," kata Sinji.

Menanggapi keluhan publik mengenai kondisi infrastruktur di pusat wisata tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengambil langkah konkret. Pihak dinas merencanakan untuk melakukan perbaikan total, bukan sekadar perbaikan minor.

Kepala Dinas PUPR Gianyar, I Dewa Gede Putra Hartawan, menegaskan bahwa penanganan yang akan dilakukan adalah pembongkaran menyeluruh untuk diganti dengan struktur trotoar yang baru. "Perencanaannya, akan dibanguna trotoar baru di dua sisi," kata Hartawan.

Proyek pembangunan kembali fasilitas publik ini telah dialokasikan anggarannya mencapai Rp9 miliar. Saat ini, proses pelaksanaan proyek masih menunggu tahapan resmi proses tender yang akan segera digelar.