BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah warung kelontong di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu malam (14/6/2026). Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 18.40 WIB di wilayah Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Jalan Lingkar Selatan.
Musibah ini mengakibatkan satu korban jiwa, yakni pemilik warung yang diketahui bernama Aida Yusefa (52). Korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena tidak berhasil menyelamatkan diri saat api membesar dengan cepat di dalam bangunan toko.
Selain mengelola usaha warung kelontong tersebut, korban juga diketahui berprofesi sebagai pegawai honorer di Sekretariat DPRD Kota Palembang. Dikutip dari Detikcom, korban diduga terjebak dalam kobaran api yang dengan cepat menyambar bahan bakar minyak (BBM) yang dijualnya.
Kapolsek Rambutan, Iptu Harmoko, membenarkan insiden maut tersebut yang menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. "Iya benar telah terjadi kebakaran pada pukul 18.40 WIB. Akibat kejadian tersebut satu orang tewas terpanggang yang merupakan pemilik warung," ujar Harmoko saat dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026).
Penyebab awal kebakaran menurut penyelidikan awal kepolisian diduga kuat berasal dari masalah instalasi listrik di dalam warung. Kerusakan pada kabel lemari pendingin diduga memicu percikan api yang kemudian mengenai tumpukan bahan bakar yang tersimpan di lantai.
Iptu Harmoko menjelaskan bagaimana korban tidak sempat keluar dari kobaran api yang membesar. "Api langsung membesar dan membakar warung milik korban. Saat itu korban sedang berada di dalam kamar dan ia diduga terjebak disana hingga tewas terbakar," kata Kapolsek.
Petugas pemadam kebakaran dari Sungai Dua Kecamatan Rambutan, bersama personel PBK Sumsel dan jajaran Polsek Rambutan, segera merespons. Setelah berjuang selama sekitar dua puluh menit, api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya.
Pihak kepolisian juga mengklarifikasi spekulasi mengenai sumber ledakan yang sempat terdengar masyarakat saat kebakaran berlangsung. Iptu Harmoko menegaskan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari tabung gas elpiji.
"Tidak ada tabung gas elpiji yang meledak diduga ledakan dari bensin yang ia jual. Jadi korban ini memiliki warung yang menjual bensin dan gas elpiji 3 kg," ujarnya.






.png)