BOGORPLUS.ID - Keputusan signifikan baru saja diambil oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat mengenai arah kebijakan moneter negara tersebut. Keputusan ini merupakan hasil pertemuan dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung baru-baru ini.
Secara bulat, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan berada pada kisaran target antara 3,5% hingga 3,75%. Keputusan ini menegaskan sikap The Fed dalam menghadapi kondisi ekonomi terkini di Amerika Serikat.
Keputusan untuk menahan suku bunga acuan ini menjadi momentum penting bagi Ketua The Fed, Kevin Warsh. Hal ini dipandang sebagai landasan strategis untuk meluncurkan langkah-langkah kebijakan ke depan.
Kevin Warsh menyampaikan hal tersebut secara langsung dalam pidato perdananya pasca berakhirnya rapat FOMC. Pidato ini diselenggarakan pada hari Rabu (17/6/2026) waktu setempat di Amerika Serikat.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, pengumuman ini menandai dimulainya agenda reformasi kebijakan moneter yang digagas oleh kepemimpinan baru The Fed. Langkah ini diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pasar keuangan global.
"Keputusan bulat dari Federal Open Market Committee (FOMC) adalah mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran target 3,5% hingga 3,75%," ujar Juru Bicara FOMC, merujuk pada hasil rapat tersebut.
Lebih lanjut mengenai agenda strategis yang akan ditempuh, Kevin Warsh menyampaikan visinya untuk masa mendatang. Ini merupakan langkah awal dalam mengimplementasikan kerangka kerja kebijakan moneter yang diperbarui.
"Keputusan penahanan suku bunga ini menjadi landasan bagi Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mengumumkan langkah strategis ke depan," ungkap Analis Ekonomi Senior, menyoroti pentingnya pidato tersebut.
Pengumuman mengenai arah kebijakan baru ini disampaikan langsung oleh Warsh dalam pidato perdananya segera setelah rapat FOMC selesai dilaksanakan. Momen ini sangat dinantikan oleh para pelaku pasar dunia.






.png)