BOGORPLUS.ID - Warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, telah menghadapi dampak nyata dari banjir rob yang berlangsung selama hampir sembilan tahun terakhir. Abrasi air laut ini secara bertahap merusak permukiman penduduk serta menggerus sumber penghidupan utama masyarakat pesisir.

Kini, ada harapan baru bagi masyarakat setempat setelah adanya wacana pembangunan benteng laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa, termasuk wilayah Desa Ambulu. Hal ini disampaikan sebagai upaya penanganan jangka panjang terhadap masalah banjir rob yang telah mengakar.

Bupati Cirebon, Imron, telah mengonfirmasi rencana strategis dari pemerintah pusat tersebut melalui koordinasi yang dilakukan sejak tahun 2025 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah proaktif dalam mencari solusi permanen untuk wilayah pesisir utara.

Bupati Imron menjelaskan bahwa ia baru saja menghadiri pertemuan dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk membahas detail pembangunan Giant Sea Wall tersebut. Saat ini, proyek prioritas nasional ini masih berada pada tahap awal pemetaan lokasi.

"Betul, belum lama ini ada pertemuan dengan BOPPJ dan ada rencana pembangunan Giant Sea Wall itu. Tapi sekarang baru tahap pemetaan. Doakan saja semoga Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bisa terwujud," kata Imron, Senin (22/6/2026).

Sebelum rencana besar ini digulirkan, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, bersama dinas terkait dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung telah melakukan peninjauan langsung di lokasi. Peninjauan ini bertujuan memetakan titik-titik paling rawan terendam rob di Desa Ambulu.

Hasil peninjauan menunjukkan adanya beberapa penyebab masuknya air laut ke area permukiman, termasuk kebocoran pada tanggul penahan sepanjang 1,4 kilometer di sisi timur desa. Selain itu, beberapa pintu air di bagian barat dinilai perlu segera ditutup saat air pasang.

Pemerintah daerah juga merencanakan penataan ulang area bekas jembatan dan titik-titik tanah yang memiliki elevasi rendah sebagai bagian dari mitigasi jangka pendek. "Untuk jangka panjangnya, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kuwu Ambulu dan dinas terkait untuk mengonsultasikan ke pemerintah pusat dalam hal ini BOPPJ," ujar Jigus, sapaan akrab Wakil Bupati.

Dampak ekonomi banjir rob sangat terasa, sebab sebagian besar warga Desa Ambulu menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan tambak. Kerusakan lahan budidaya menyebabkan produktivitas menurun drastis dan hilangnya mata pencaharian utama mereka.