BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk Kota Surabaya pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kondisi atmosfer diprediksi akan didominasi oleh cuaca cerah, cerah berawan, hingga berawan sepanjang hari.
BMKG menegaskan bahwa tidak ada potensi curah hujan yang signifikan di wilayah Surabaya pada hari tersebut. Masyarakat Kota Pahlawan diminta untuk bersiap menghadapi peningkatan suhu udara yang diperkirakan terjadi lebih cepat di pagi hari.
Pemicu utama dari kondisi ini adalah pengaruh musim kemarau yang diprakirakan datang lebih awal di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan data pemantauan, suhu udara terendah yang tercatat adalah 22 derajat Celsius, sementara suhu tertinggi dapat mencapai 32 derajat Celsius.
Pada pukul 04.00 WIB di Surabaya Utara, kelembapan udara terpantau sangat tinggi, berkisar antara 94 hingga 98 persen. Selain itu, angin berembus relatif tenang dengan kecepatan hanya 2,1 kilometer per jam dari arah Barat Laut.
Kondisi ini juga berdampak pada jarak pandang (visibilitas) di wilayah tersebut, yang terpantau berada di bawah 10 kilometer. Pihak berwenang mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat perubahan kondisi udara ekstrem ini.
Kelompok masyarakat yang rentan atau sensitif dapat langsung merasakan efek kurang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang sehat, paparan cuaca terik dalam waktu lama tetap berpotensi menimbulkan iritasi tenggorokan atau kesulitan bernapas.
BMKG memberikan saran praktis bagi warga Surabaya untuk mengantisipasi kondisi panas ini. "Warga disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih secara berkala selama beraktivitas di bawah terik matahari," ujar salah satu sumber dari BMKG.
Fluktuasi komponen cuaca di Surabaya dipengaruhi oleh dinamika arah angin yang sangat variatif, meliputi Barat Laut, Timur Laut, Timur, Tenggara, Barat Daya, Barat, hingga Utara. Kondisi yang lebih panas ini merupakan penanda kuat masuknya masa kemarau regional.
Fenomena iklim global turut berperan dalam perubahan cuaca ini, terutama setelah berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026. Saat ini, status ENSO berada pada fase netral, namun ada peluang berkembang menjadi El Niño lemah hingga moderat di semester kedua 2026.






.png)