BOGORPLUS.ID - Cuaca Kota Pahlawan, Surabaya, mengalami perubahan signifikan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, ditandai dengan turunnya hujan ringan. Kondisi meteorologi ini membawa dampak langsung berupa penurunan suhu udara yang membuat suasana kota terasa lebih sejuk, khususnya pada pagi dan malam hari.

Menurut informasi prakiraan cuaca, rentang suhu udara di Surabaya diperkirakan bergerak antara 23 hingga 30 derajat Celsius. Penurunan suhu ini memberikan kelegaan bagi warga yang biasanya beraktivitas di tengah udara panas khas Surabaya.

"Hujan Ringan Guyur Surabaya Bikin Suhu Udara Lebih Sejuk," merupakan judul berita yang dipublikasikan pada pukul 03:05 WIB, menggarisbawahi perubahan atmosfer yang terjadi di wilayah tersebut.

Selain faktor suhu, tingkat kelembapan udara di Surabaya terpantau sangat tinggi, berkisar antara 74 hingga 93 persen. Perpaduan antara presipitasi ringan dan kelembapan tinggi ini berpotensi besar menciptakan sensasi udara yang lebih lembap sepanjang hari.

Masyarakat yang memiliki agenda aktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu mengambil langkah antisipatif, seperti menyiapkan perlengkapan pelindung dari hujan. Hal ini penting mengingat perubahan kondisi cuaca masih dapat terjadi secara tiba-tiba di berbagai titik wilayah Surabaya.

"Pada pagi hari, angka suhu udara yang menyentuh 23 derajat Celsius memberikan kesegaran tersendiri bagi warga yang mulai bermobilitas," merujuk pada kondisi pagi hari yang terasa sangat menyegarkan.

Sementara itu, suhu maksimal yang diproyeksikan hanya mencapai sekitar 30 derajat Celsius, menunjukkan bahwa sengatan panas berlebih atau overexposure akan jauh lebih rendah dibandingkan saat cuaca cerah penuh. Kondisi ini menguntungkan bagi kelompok masyarakat yang giat beraktivitas di area terbuka.

Tingkat kelembapan yang melonjak hingga 93 persen merupakan fenomena umum saat atmosfer mendung atau diguyur hujan, di mana kadar uap air di atmosfer sangat padat. Hal ini dapat memperlambat proses penguapan keringat alami tubuh, sehingga sebagian orang tetap merasa gerah walau suhu tidak terlalu panas.

Pengendara sepeda motor diingatkan untuk selalu bersiap membawa mantel pelindung karena hujan dapat turun secara mendadak tanpa peringatan sebelumnya. Sementara itu, bagi pengguna mobil, kewaspadaan dalam berkendara perlu ditingkatkan karena permukaan jalan yang basah berpotensi menyebabkan potensi licin.