bogorplus.id– Pasar Cileungsi kini memiliki wajah baru di malam hari. Street food yang digelar setiap sore hingga malam hari menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati kuliner, sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi para pedagang lokal.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan bahwa keberagaman makanan menjadi kunci dari konsep street food ini.

Dari 120 pedagang yang mendaftar, pihaknya melakukan seleksi ketat dan hanya 26 pedagang yang diprioritaskan, khusus untuk warga Cileungsi.

“Supaya kompetitif, tidak boleh ada satu produk yang sama. Jadi supaya variatif gitu ya,” ujar Haris Setiawan pada Kamis (12/2/2026).

Keberagaman menu ini membuat pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner unik, mulai dari kuah rempah hingga takoyaki, tanpa harus khawatir produk yang sama dijual di beberapa lapak.

Melihat antusiasme warga yang tinggi, Haris mengungkapkan rencana untuk memperluas jumlah lapak street food.

“Saya rasa harusnya sih minimum 50 lapak itu sudah bisa. Karena masih ada space. Sebelah kanan dan sebelah kiri kita masih memungkinkan untuk itu,” jelasnya.

Selain itu, setiap pedagang akan dipromosikan secara adil melalui konten media sosial, dengan satu pedagang mendapat satu konten.

“Orang tidak hanya tahunya ada di sini ada kuah rempah, orang tidak sekedar tahu bahwa ada takoyaki dan sebagainya, tapi semua produk yang ada di sini harus dipromosikan secara adil,” tambahnya.