bogorplus.id – Mengelola sistem shift kerja memerlukan strategi yang matang guna menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan kesejahteraan karyawan. Kesalahan dalam penyusunan jadwal tidak hanya berisiko menyebabkan kelelahan pada pekerja akibat jam kerja berlebih, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
Mengenal Sistem Shift Kerja dan Jenisnya
Shift kerja merupakan sistem pembagian waktu yang memungkinkan kelompok karyawan bekerja secara bergantian untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan. Sistem ini sangat krusial bagi industri layanan 24 jam seperti medis, kepolisian, transportasi, hingga sektor ritel dan kuliner.
Di Indonesia, terdapat beberapa jenis shift yang umum diterapkan:
- Shift Tetap (Fixed Shift): Jadwal konsisten yang biasanya terbagi atas shift pagi (08.00–17.00), siang (12.00–20.00), dan malam (23.00–07.00).
- Shift Bergilir (Rotating Shift): Jam kerja yang berubah-ubah secara berkala, misalnya karyawan masuk pagi di awal pekan dan masuk malam di pertengahan pekan.
- Shift Fleksibel (Flexible Shift): Karyawan diberikan kebebasan mengatur jam kerja selama memenuhi kuota jam yang ditentukan. Sistem ini populer di kalangan perusahaan rintisan (startup).
- Split Shift: Pembagian jam kerja dalam dua periode pada hari yang sama, misalnya bekerja 5 jam di pagi hari dan kembali bekerja 3 jam di malam hari.
- On-Call Shift: Karyawan harus bersiaga setiap saat jika dibutuhkan untuk menangani pekerjaan mendesak.
Regulasi Shift Kerja Berdasarkan Aturan Terbaru
Penyusunan shift kerja di Indonesia wajib merujuk pada payung hukum yang berlaku, mulai dari UU Ketenagakerjaan hingga Perppu Cipta Kerja. Berdasarkan aturan tersebut, durasi kerja maksimal adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Kelebihan dari durasi tersebut wajib dihitung sebagai waktu lembur.
Perusahaan juga diwajibkan memberikan waktu istirahat minimal 30 menit setelah karyawan bekerja selama 4 jam berturut-turut. Khusus untuk pekerja perempuan, Pasal 76 UU Ketenagakerjaan melarang perempuan di bawah usia 18 tahun dan wanita hamil bekerja antara pukul 23.00 hingga 07.00. Perusahaan yang mempekerjakan perempuan pada jam malam juga wajib menyediakan asupan gizi, menjaga keamanan, serta menyediakan fasilitas antar-jemput.
Langkah Strategis Menyusun Jadwal Shift
Untuk menciptakan manajemen shift yang efektif, manajemen perlu mempertimbangkan kebutuhan perusahaan dan kondisi karyawan. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:
- Menyusun pedoman pelaksanaan shift yang transparan.
- Memetakan jadwal secara visual melalui simulasi tabel atau aplikasi.
- Menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi ketidakhadiran mendadak.
- Membangun komunikasi yang baik dengan karyawan terkait perubahan jadwal.

