BOGORPLUS.ID - Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet, secara resmi menyematkan 'Wing Riders' kepada anggota PERIKHSA Riders. Penyerahan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan turing perdana komunitas tersebut.

Turing perdana ini merupakan perjalanan yang cukup signifikan, menempuh jarak dari Malang menuju Bali, yang berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Juni 2026. Dilansir dari Detikcom, kegiatan ini diikuti oleh anggota dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas yang memiliki izin khusus senjata api bela diri mampu menunjukkan kedisiplinan tinggi dan komitmen terhadap keselamatan berlalu lintas. Hal ini menjadi pesan positif bagi publik luas mengenai etika berkendara.

Bamsoet juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang mungkin berkembang di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk fokus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sambil terus menggerakkan roda perekonomian rakyat.

Etika dan keselamatan berkendara yang diperlihatkan oleh PERIKHSA Riders dalam turing ini sangat relevan saat ini, mengingat peningkatan mobilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Jalan raya harus menjadi ruang publik yang aman bagi semua pengguna jalan.

"Touring perdana PERIKHSA Riders dari Malang ke Bali membuktikan bahwa komunitas pemilik izin khusus senjata api bela diri dapat menjadi contoh dalam menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan berkendara. Semangat brotherhood yang telah dibangun dalam perjalanan ini harus terus ditumbuhkembangkan," ujar Bamsoet dalam keterangannya pada Minggu (14/6/2026).

Penyematan Wing Riders dan apresiasi tersebut diresmikan Bamsoet dalam acara gala dinner yang diselenggarakan di Black Stone Beach, Bali, pada Sabtu malam (13/6/2026). Momen ini menjadi penutup rangkaian perjalanan yang penuh makna tersebut.

Bamsoet menilai pemilihan Bali sebagai destinasi akhir turing memiliki arti strategis, mengingat Pulau Dewata masih menjadi motor penggerak utama pariwisata domestik meskipun ada ketidakpastian situasi geopolitik global. Kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan tren positif yang signifikan.

Menurut data Badan Pusat Statistik RI (BPS), pada tahun 2025, Bali berhasil mencatatkan sekitar 6,95 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka ini menunjukkan peningkatan hampir 10% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.