BOGORPLUS.ID - Ratusan warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk kebersamaan melalui konvoi sepeda motor sebagai bentuk antusiasme menyambut gelaran akbar Piala Dunia 2026. Inisiatif ini juga sekaligus menandai kembalinya tradisi unik Desa Pambusuang yang diubah menjadi "kampung bola."

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat ratusan warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, turun ke jalan raya. Mereka mengarak bendera dari berbagai negara yang turut berpartisipasi dalam turnamen sepak bola bergengsi tersebut.

Para peserta konvoi menunjukkan dukungan total dengan mengenakan seragam tim nasional favorit mereka, bahkan beberapa orang mengecat wajah dan tubuh mereka mengikuti warna bendera negara dukungan. Aksi ini merupakan ekspresi kegembiraan kolektif menyambut pesta sepak bola dunia.

Sebelum iring-iringan kendaraan dimulai, seluruh peserta telah berkumpul di pusat Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa. Pertemuan ini bertujuan untuk menerima pengarahan dari panitia pelaksana beserta aparat keamanan guna menjamin kelancaran dan ketertiban acara.

Aksi konvoi dan pengarakan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 tersebut secara resmi dilepas oleh Kapolsek Tinambung, AKP Ramli. Dalam momen pelepasan, ia menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta kegiatan.

"Kami dari pengamanan Polsek Tinambung mengimbau para peserta arak-arakan menyambut Piala Dunia 2026 agar tetap tertib selama berkendara," ujar Ramli kepada awak media.

Pihak kepolisian mencatat bahwa sekitar 500 warga turut ambil bagian aktif dalam kegiatan konvoi yang meriah tersebut. AKP Ramli menegaskan bahwa tradisi arak-arakan ini merupakan agenda rutin masyarakat setempat setiap kali perhelatan Piala Dunia digelar.

"Kegiatan hari ini merupakan agenda rutin yang dilakukan masyarakat Pambusuang setiap empat tahun sekali saat menyambut Piala Dunia. Peserta yang ikut kurang lebih 500 orang," ungkap AKP Ramli.

Semarak perayaan tidak hanya terbatas pada konvoi kendaraan di jalan raya, tetapi juga terlihat dari transformasi Desa Pambusuang menjadi Kampung Bola yang ikonik. Suasana di perkampungan nelayan tersebut kini dipenuhi dekorasi warna-warni layaknya festival internasional.